Wabup Loteng: Evaluasi MotoGP Jadi Bekal Tingkatkan Pelayanan Penonton Tahun 2026

LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menjadikan berbagai catatan pada penyelenggaraan MotoGP sebelumnya sebagai bahan evaluasi untuk menyukseskan MotoGP Mandalika 2026.

Evaluasi tersebut mencakup aspek teknis penyelenggaraan, penataan pedagang kaki lima (PKL), hingga koordinasi kebutuhan tiket bagi masyarakat.

Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. HM Nursiah, mengatakan seluruh temuan dan kekurangan pada pelaksanaan MotoGP sebelumnya akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama seluruh pihak terkait.

Menurutnya, setiap persoalan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing agar penyelenggaraan tahun ini berjalan lebih baik.

“Apapun temuan yang menjadi kekurangan pada penyelenggaraan sebelumnya akan menjadi bahan evaluasi. Baik yang bersifat teknis maupun dukungan dari pemerintah daerah akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan,” ujarnya.

Nursiah menegaskan, tujuan utama evaluasi tersebut adalah memastikan pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa mengurangi kenyamanan masyarakat maupun penonton.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keberadaan pedagang kaki lima di sekitar pintu masuk kawasan sirkuit yang belum berada dalam koordinasi resmi dengan panitia penyelenggara. Sementara pedagang yang telah terdata diarahkan untuk menempati area bazar yang telah disiapkan.

“Keberadaan PKL juga menjadi bagian dari evaluasi. Nanti akan dibahas bersama dalam rapat koordinasi dan hasilnya akan menjadi dasar langkah-langkah yang diambil di lapangan,” katanya.

Selain penataan kawasan, Pemkab Lombok Tengah juga terus memperkuat koordinasi dengan MGPA, ITDC, dan pihak terkait mengenai kebutuhan tiket bagi masyarakat Lombok Tengah. Pemerintah daerah akan menugaskan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengoordinasikan kebutuhan tersebut agar distribusi tiket dapat berjalan lebih tertib.

“Kami fokus pada koordinasi dengan MGPA dan ITDC, termasuk memperkirakan kebutuhan tiket bagi masyarakat Lombok Tengah sehingga prosesnya dapat dilakukan dengan lebih baik,” ujar Nursiah.

Ia berharap seluruh evaluasi yang dilakukan sejak dini mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, sehingga ajang balap dunia tersebut tidak hanya sukses dari sisi pelaksanaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta kenyamanan bagi seluruh pengunjung.