Investasi di Lotim Tembus Hampir Rp100 Miliar, Sektor Pariwisata, Industri, Hingga Kesehatan Jadi Incaran Investor
LOTIM LOMBOKita – Iklim investasi di Kabupaten Lombok Timur terus menunjukkan tren positif. Pemerintah daerah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat sejumlah sektor strategis mulai dilirik investor, mulai dari pariwisata, industri, hingga kesehatan.
Plt Kepala DPMPTSP Lombok Timur, Lalu Sosiawan Putraji, menegaskan komitmen Pemda membuka ruang seluas-luasnya bagi investor di Gumi Patuh Karya.
“Kita siap memberikan pendampingan sejak tahap perencanaan hingga realisasi investasi,” ungkapnya, Jumat (26/06).
Salah satu proyek besar yang tengah dipersiapkan datang dari Lombok Luxury Property. Investor berencana mengembangkan kawasan wisata di Pantai Sebui, Desa Sekaroh, dengan menghadirkan hotel berbintang empat dan lima sebagai destinasi unggulan.
Saat ini investor masih berada pada tahap penyusunan master plan, studi kelayakan, serta dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Meski belum konstruksi, Pemda menyambut baik dan siap memfasilitasi seluruh proses perizinan.
“Kami membuka ruang investasi seluas-luasnya. DPMPTSP wajib memberikan pendampingan kepada investor agar rencana investasi dapat berjalan dengan baik,” ujar Sosiawan.
Selain pariwisata, peluang investasi juga terbuka di sektor industri, perikanan, serta pengembangan potensi lokal berbasis masyarakat. Pemda bahkan mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut berinvestasi.
Di sektor kesehatan, geliat investasi terlihat dengan hadirnya fasilitas swasta seperti Medica Klinik di Sembalun. Kehadiran fasilitas itu diharapkan menjawab kebutuhan layanan kesehatan dan mendukung kawasan wisata yang berkembang.
Sosiawan menilai pertumbuhan investasi kesehatan penting untuk kolaborasi pemerintah-swasta dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
*Realisasi Hampir Rp100 Miliar, Proyek Sebui Diproyeksi Lampaui Rp100 Miliar*
Terkait capaian, realisasi investasi di Lombok Timur saat ini tercatat mendekati Rp100 miliar. Angka tersebut belum termasuk proyek Sekaroh yang masih tahap persiapan.
“Proyek Lombok Luxury Property diperkirakan nilainya dapat melampaui Rp100 miliar apabila seluruh rencana pembangunan terealisasi,” jelasnya.
Ia optimistis tren investasi akan terus naik seiring terbukanya peluang usaha dan kemudahan pelayanan. “Masuknya investasi kita harapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya.
