Polemik Tabungan Siswa SDN 1 Batuyang Selesai Dimediasi, Guru Serahkan BPKB dan Sertifikat Rumah sebagai Jaminan

Keterangan foto: Kanit UPTD Pringganaya mediasi. Kasus uang sekolah siswa dengan gueu

LOTIM LOMBOKita – Polemik tertundanya pembagian tabungan siswa di SDN 1 Batuyang, Kecamatan Pringgebaya yang sempat viral di media sosial, akhirnya mendapat titik temu. UPTD Dikbud Kecamatan Pringgebaya telah melakukan mediasi langsung di sekolah tersebut.

Hasil mediasi menyepakati jalan keluar berupa kesanggupan guru yang bersangkutan untuk menyelesaikan pembagian tabungan siswa dalam waktu satu minggu ke depan.

“Kesanggupan dan bentuk komitmen guru yang bersangkutan telah tertuang dalam surat pernyataan bermaterai Rp10.000 yang disaksikan perwakilan wali murid, para guru dan kami dari pihak UPTD. Termasuk guru yang bersangkutan juga telah menyerahkan sertifikat rumah, BPKB motor PCX sebagai jaminan,” ungkap M. Nasir selaku Kanit UPTD Dikbud Kecamatan Pringgebaya.

Nasir menyebut, persoalan tabungan siswa ini sudah diingatkan jauh hari. Bahkan Dinas Dikbud Lotim juga telah mengingatkan sejak awal agar pembagian tabungan siswa dilakukan sesuai jadwal.

“Makanya dari awal kita sudah ingatkan tapi selalu ada saja oknum yang lalai. Karena itu besok Senin kami sampaikan ke pihak Dikbud kabupaten sebagai laporan termasuk tahapan yang sudah kita lakukan. Selanjutnya kita serahkan teknis penanganan lebih lanjut ke pihak Dikbud supaya ke depan tidak terulang lagi, bukan saja di wilayah kami tapi di semua sekolah di Lombok Timur,” jelasnya.

Mendapat laporan lisan dari UPTD Dikbud Pringgebaya, Kadis Dikbud Lotim M. Nurul Wathoni menyampaikan keprihatinan sekaligus mengapresiasi langkah sigap UPTD.

“Kita dari awal sudah ingatkan, bahkan dua bulan lalu kita sudah ingatkan masalah yang bisa muncul terkait tabungan siswa,” ujarnya.

Wathoni memastikan akan memanggil guru yang bersangkutan dan kepala sekolah dalam waktu dekat untuk menentukan sikap. “Ada tahapan yang harus dilalui tapi insya Allah kita akan kawal supaya tabungan siswa bisa cepat dibagikan dulu, sambil kita lakukan proses lainnya,” tegasnya.