Program “Berani Cahaya” Menerangi Masa Depan Perempuan Desa
LOTIM LOMBOKita – Di Dusun Kebon Daya, Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, sebuah program inovatif bernama “Berani Cahaya” telah hadir untuk memberikan ruang belajar sore khusus bagi anak-anak TK hingga SMP. Program ini menyasar anak-anak untuk meningkatkan kemampuan membaca, mengaji, membantu tugas sekolah, serta membiasakan etika dan disiplin.
Yang membuat program ini unik adalah semua pengelola dan pendampingnya adalah perempuan. Dua mahasiswi, Nuri Zaerani dan Linda Wahyuni, merangkul empat siswi SMA untuk ikut menjadi pendamping belajar. Dengan metode ini, peserta tidak hanya belajar, tetapi juga melihat contoh langsung perempuan yang berani memimpin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap pendidikan generasi muda.
Linda Wahyuni, salah satu inisiator, menjelaskan motivasi dibentuknya Berani Cahaya: “Kami ingin anak perempuan di dusun ini punya ruang aman untuk belajar dan tumbuh. Banyak orang tua di desa masih banyak yang belum menyadari bahwa pendidikan perempuan sama pentingnya dengan anak laki-laki. Anak-anak perempuan harus berani bermimpi dan percaya diri. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi?”
Ketua RT Dusun Kebon Daya, Pak Endi, menyampaikan dukungannya: “Kegiatan ini sangat positif bagi anak-anak di dusun. Semoga bisa menjadi budaya baru, di mana pendidikan dihargai dan diperhatikan.” Sebutnya
Yuni juga ingin melihat di tempat tinggalnya banyak sarjana perempuan, tidak kalah dengan laki-laki. “Hanya segelintir orang yang menjadi sarjana di tempat tinggal saya,” ujarnya. Para penggagas berharap pemerintah desa memberi perhatian lebih agar kegiatan ini berkelanjutan. “Berani Cahaya” membuktikan bahwa pendidikan bukan sekadar hak, tetapi investasi masa depan dan langkah kecil dari beberapa perempuan bisa menyalakan perubahan besar bagi generasi mendatang.
