Lombok Tengah Wacanakan Pendirian Mandalika Mart
LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah saat ini sedang mewacanakan untuk pendirian aplikasi transaksi digital dengan branding “Mandalika Mart”.
“Tidak saja untuk keperluan berbelanja, Mandalika Mart juga bisa dipergunakan untuk transaksi lain, seperti penjualan pulsa elektronik maupun lainnya,” kata Direktur USSI NTB, Dr. Ridwan Mas’ud saat pemaparan digitalisasi DMI di era Ekonomi Digital yang dilaksanakan di ruang Tastura 1 Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (23/5/2018).
Hadir pada kesempatan itu, pelaksana tugas Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Ketua MUI Lombok Tengah H Minggre Hamni, Ketua Baznas Lombok Tengah TGH Fakhruddin, Ketua Dewan Masjid Lombok Tengah, Lendek Jayadi, para kepala SKPD dan kalangan pengurus masjid yang ada di daerah ini.
Dr. Ridwan Mas’ud menjelaskan, potensi Lombok Tengah untuk menerapkan sistem transaksi digital melalui Mandalika Mart cukup besar, mengingat pengembangan kawasan wisata di KEK Mandalika Resort yang sebentar lagi mulai beroperasi.
“Kalau semua transaksi keuangan di daerah ini menggunakan satu aplikasi yang kita miliki dan kelola sendiri, maka perputarannya pun akan tetap di daerah, bukan mampir ke daerah lain. Sebab, aplikasinya kita yang pegang,” jelas Ridwan Mas’ud.
Ridwan Mas’ud memisalkan, aplikasi transaksi digital lain seperti traveloka, gojek, Alfamart, Indomart dan sejenisnya, mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari masyarkat kita yang menggunakan aplikasi tersebut. Lantaran aplikasi itu mereka yang kendalikan.
“Kita bisa bayangkan kalau semua masyrakat Lombok Tengah maupun masyarakat luar yang datang ke Lombok Tengah bertransaksi menggunakan Mandalika Mart, berapa keuntungan yang kita dapatkan,” pungkas Ridwan Mas’ud.
Bahkan, bukan tidak mungkin kalau Mandalika Mart ini sudah beroperasi dan berjalan, ritel-ritel modern di Lombok Tengah akan dibuat bangkrut
Pengelolaan Mandalika Mart ini, kata Ridwan Mas’ud, akan dilaksanakan berbasis masjid, sehingga masyarakat di mukim suatu masjid bisa bertransaksi melalui pengurus masjid atau badan usaha yang dikelola oleh masjid.
“Kalau saja seluruh masjid memiliki badan usaha, misalkan saja penjualan pulsa, pembayaran zakat dan sebagainya menggunakan aplikasi kita ini, saya yakin seluruh masjid kita akan megah dari keuntungan transaksi,” katanya.
Mandalika Mart, yang akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Baznas, MUI dan Dewan Masjid ini, sudah memiliki legalitas formal di Kementerian Hukum dan HAM.
“Jadi, hanya kita yang boleh menggunakan Mandalika Mart, tinggal bagaimana kita sekarang, mau kita jalankan atau tidak,” katanya.
Sementara itu, pelaksana tugas Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyambut baik wacana pendirian Mandalika Mart. Mengingat kemajuan yang dialami Lombok Tengah terus meningkat setiap tahun, terlebih setelah beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
“Kalau saya sederhana saja berpikir, setelah mendengarkan pemaparan tadi langsung tergambar akan bagaimana pergerakan perekonomian kita ke depan. Pergerakan ekonominya yang saya lihat. Jadi kenapa tidak kalau kita membuat aplikasi untuk bertransaksi agar perputaran uang itu kita yang kelola selaku pemegang dan pemilik aplikasi,” kata Lalu Pathul Bahri.
Dia menuturkan beberapa hari lalu ada dari sales aplikasi datang menawarkan menjadi anggota. Lantara penasaran sistem kerjanya, politisi Partai Gerindra ini pun bersedia masuk dan langsung diajarkan bagaimana menggunakan aplikasi tersebut.
“Ternyata, per sekali transaksi itu kita juga mendapat keuntungan sekian persen. Kalau sekian kali melakukan transaksi dalam sehari, dikalikan sebulan berapa, kalau setahun berapa banyak uang yang kita dapatkan,” beber Lalu Pathul Bahri.
Karenanya, orang nomor satu di daerah Tatas Tuhu Trasna ini mengaku langsng setuju pendirian Mandalika Mart setelah mendapat pemaparan dari Dr. Ridwan Mas’ud.
Menurut Lalu Pathul Bahri, bisnis dengan sistem pembayaran non tunai ke depan memang harus dikembangkan di Lombok Tengah. Karena beberapa transaksi kita juga sudah mulai menggunakan sistem elektronik.
“Semuanya menggunakan elektronik atau disingkat “e”. ada e-pokir, e-budgeting, e-hibah, lama-lama menjadi eee kependak mikir (bosan saya mikir),” ucap Lalu Pathul Bahri berseloroh yang memecah gelak tawa para peserta yang hadir saat itu.
Penerapan transaksi elektronik tersebut, menurut plt bupati, akan dicoba dijalankan pada jajaran birokrasi, semua pegawa akan menggunakannya sebagai perkenalan dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Bila perlu, aplikasi Mandalika Mart ini kita lounching besok pada saat Lombok Tengah merayakan Hari Ulang Tahun, Oktober mendatang,” tandas Lalu Pathul Bahri.
