105 SPPG Di Lotim Ditutup, Dikbud Lotim Berharap SPPG Berbenah Dan Dapat Dibuka Lagi
LOTIM LOMBOKita – 105 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok Timur ditutup sementara sesuai surat pemberhentian operasional sementara yang dikeluarkan Direktur Pemantauan Dan Pengawasan Wilayah 3 Rudi Setiawan, SIP, M.Han dengan nomor surat : 1218 /D TWS/03/2026 tertanggal 31 Maret 2026 dengan alasan belum memenuhi persyaratan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi)
Dengan ditutupnya ratusan SPPG di Lombok Timur, hal ini tentu akan membawa dampak terhentinya distribusi makanan bergizi gratis bagi puluhan ribu siswa yang ada di Lombok Timur , dan dampak lain dari terhentinya distribusi MBG ini juga, akan berdampak pada terganggunya perputaran uang akibat belanja bahan pangan terhenti, termasuk juga gaji karyawan menjadi tidak jelas.
Menanggapi situasi ini, M Nurul Wathoni yang juga kadis Dikbud Lotim mengungkapkan, terhentinya ratusan SPPG ini akan menimbulkan keresahan bagi siswa, karena disisiĀ lain ada ratusan SPPG yang tetap bisa mendistribusikan MBG ke sekolah_sekolah.
Jadi siswa yang sudah berbulan-bulan dapat MBG, tiba_tiba terhenti. Jadi polemik juga, jangan sampai ini berakibat pada terganggunya semangat bersekolah terutama sekolah_sekolah di pedesaan.
Karena itu kami berharap pihak SPPG lebih cepat menyelesaikan dua persyaratan yang menjadi temuan BGN ini termasuk berharap, dengan kejadian penutupan sementara ini, pihak SPPG untuk berbenah dan lebih terbuka pada publik, terutama pada pihak sekolah selaku penerima manfaat , termasuk dinas terkait seperti dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup serta pihak lain yang memang ingin melihat sistem kerja dalam SPPG.
Masukan dari sekolah dan masyarakat penting sebagai bentuk koordinasi kita dalam memberikan pelayanan terbaik bagi siswa, termasuk jangan takut ketika pihak sekolah ingin meminta daftar menu, karena pihak sekolah pingin memastikan keamanan bagi siswa, terlebih sekarang sudah ada Permendikdasmen nomor 10 Tahun 2026,vyang isinya meminta sekolah menciptakan rasa aman dan lingkungan yang nyaman dan sehat, bagi warga sekolah, termasuk memastikan makanan yang dikonsumsi siswa aman dan sehat serta halal.
Ayo, sama_sama kita jadikan evaluasi BGN.ini sebagai bahan instropeksi kita agar kedepan layanan MBG bagi siswa bisa lebih baik dan berkualitas serta semakin terbuka bagi sekolah sebagai penerima manfaat.
MBG tetap kita dukung penuh karena dapat menjaga ketersediaan makanan bergizi bagi siswa dan juga dapat membawa pertumbuhan ekonomi bagi daerah terlebih Lombok Timur memiliki dapur SPPG terbanyak di NTB tentu akan berpengaruh positif dalam mengangkat pertumbuhan ekonomi karena perputaran uangnya cukup besar di daerah, tegas Wathoni.
