Warga Lotim Ini Takjub Program JKN, “Terima Kasih Telah Hadir Menjaga Keluarga Kami”
LOMBOKita – Keberadaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Untuk itulah, seluruh masyarakat diwajibkan untuk mendaftar menjadi peserta JKN agar jaminan kesehatannya terlindungi.
Muhammad Kurnia Alimuddin, yang akrab disapa Kurnia, warga Kecamatan Rensing, Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu peserta JKN pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang telah merasakan manfaat program ini. Kurnia mengaku kehadiran Program JKN sangat membantu dirinya dan keluarga dalam mengakes pelayanan kesehatan.
“Bagi kami yang berasal dari ekonomi menengah ke bawah, sangat merasa terbantu dengan adanya Program JKN. Sebelum terdaftar sebagai peserta JKN, setiap terdapat anggota keluarga yang akan berobat, kami takut terkendala dengan biaya. Tapi dengan adanya Program JKN ini, sekarang kami sudah tidak takut lagi untuk berobat ketika sakit,” ungkap Kurnia, Jumat (26/05/2023).
Bapak satu anak yang berprofesi sebagai buruh ini menambahkan, dirinya beserta keluarga sudah beberapakali menggunakan JKN untuk berobat. Tempo lalu ketika anaknya sakit serta saat pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dengan menggunakan JKN.
“Beberapa waktu yang lalu anak saya mengalami sakit pada telinganya, sebagai orang tua saya sangat khawatir ketika mengetahui anak sakit. Lalu saya bawa ke dokter, ternyata dokter mendiagnosa infeksi gendang telinga. Alhamdulillah anak sembuh setelah berobat. Kami bersyukur dan terbantu dengan Program JKN. Kami tidak perlu cemas memikirkan biaya pengobatan anak,” ucapnya lega.
Kurnia menambahkan dan bersyukur pelayanan berjalan dengan lancar kurnia pun sempat membandingkan pelayanan yang keluarganya terima dengan pasien di kamar sebelah yang juga rawat inap namun merupakan pasien umum.
Dari informasi ini ia pun takjub dengan Program JKN. Baginya ini merupakan program kemanusiaan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan, kaya atau miskin dengan pelayanan yang sama tanpa ada diskriminasi.
“Saya bersyukur pemeriksaan di rumah sakit berjalan lancar. Semua petugas di rumah sakit sangat sigap dan ramah sehingga mengurangi rasa panik. Apalagi ketika dilakukan administrasi untuk pembayaran saya hanya diminta menunjukkan kartu JKN. Alhamdulillah karena saya sebagai peserta ditanggung oleh pemerintah dan aktif. Sehingga tidak ada kendala ketika melakukan administrasi dan semua biaya ditanggung Program JKN,” lanjut Kurnia.
Kurnia mengutarakan bahwa program JKN diperuntukkan seluruh penduduk Indonesia tanpa memandang kalangan apa pun. Terbukti selama menggunakan layanan di rumah sakit yang ia rasakan sendiri.
“Dokter dan perawat melayani dengan ramah, tidak membedakan pasien umum dengan pasien BPJS Kesehatan. Jadi kami juga merasa nyaman dan tidak kecil hati datang berobat dengan Program JKN,” ujarnya.
Kurnia percaya menjadi peserta JKN tidak hanya menyelamatkan diri dan anggota keluarganya saja, akan tetapi ribuan bahkan jutaan masyarakat di luar sana telah banyak yang merasakan manfaatnya.
Oleh karenanya, ia berkomitmen untuk selalu menjaga keaktifan kepesertaan JKN meskipun sekarang terdaftar sebagai peserta segmen PBI, tapi Kurnia berkomitmen meskipun sudah tidak bayarkan lagi pemerintah, ia akan tetap melanjutkan dengan kepesertaan mandiri miliknya dan keluarga.
“Saya merasa wajib dan penting mengikuti program JKN. Bila dikemudian hari jika kepesertaan dari pemerintah saya non aktif, maka saya akan segera mengurus pengalihan kepesertaan ke mandiri. Semata-mata agar saya dan anggota keluarga terjamin kesehatannya. Karena akan sangat merepotkan jika sewaktu-waktu sakit tapi JKN non aktif,” ungkap Kurnia.
Kurnia menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar Program JKN ini tetap terlaksana dengan baik sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat untuk jaminan kesehatannya.
“Harapan saya semoga Program JKN ini terus menjadi program yang selalu membantu masyarakat khususnya bagi masyarakat yang sakit. Terima kasih kepada semua yang terlibat dalam keberlangsungan program yang sangat berharga ini,” tutup Kurnia.
