Warga Desak Pemerintah Segera Resmikan ZAM Nama Bandara Lombok

LOMBOKita – Seribuan warga Kabupaten Lombok Tengah mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (17/9/2018). Mereka menyatakan dukungan dan setuju pemberian nama bandara Lombok menjadi Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid (ZAM).

Para warga dari berbagai elemen yang tergabung dalam aksi Aliansi Masyarakat Bela Pahlawan Nasional ini mulai berkumpul di Lapangan Bundar Praya dan beriringan menuju Mataram yang diangkut menggunakan 120 unit kendaraan. Aliansi masyarakat ini terdiri dari Forum Pemuda Ketare, Trah / keturunan Datu Siledendeng dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Masyarakat Bela Pahlawan Nasional menegaskan sangat setuju dan mendukung pemberian dan penetapan nama bandara international Lombok menjadi Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid (ZAM). Sebab, ZAM merupakan pahlawan nasional asal Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Aliansi Masyarakat ini juga mengungkapkan, pemberian nama bandara Lombok menjadi ZAM sudah sangat tepat lantaran nama tersebut cukup populer di pulau Lombok dan Sumbawa bahkan nasional dan internasional.

Mengingat bandara Lombok yang berkelas internasional, aliansi ini menyatakan sangat wajar jika namanya diambilkan dari tokoh pejuang yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah.

Disamping itu pula, mengingat provinsi Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari pulau Lombok dan Sumbawa, maka penamaan bandara maupun obyek vital milik pemerintah sudah sewajarnya disematkan nama yang mengakomodir dan memberikan rasa kepuasan kepada masyarakat di dua pula ini.

Kalau hanya menggunakan nama Lombok, tentu masyarakat di pulau Sumbawa akan kecewa. Padahal bandara internasional ini merupakan kebanggan masyarakat NTB

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan Trah / Keturunan Datu Siledendeng mendukung BIL diganti ZAM

Karena itu, aliansi masyarakat bela pahlawan nasional yang dikomandoi H. Ahsan Husein dan Lalu Edi Gunawan itu meminta dan mendesak pemerintah agar segera meresmikan nama bandara Lombok menjadi Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid atau disingkat ZAM.

Usai membacakan pernyataan sikap di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi NTB, massa yang membawa spanduk bertuliskan Trah / Keturunan Datu Siledendeng Desa Penujak Mendukung Penuh Perubahan Nama BIL Menjadi ZAM itu kemudian bergerak menuju Islamic Center.

Rencana sebelumnya, para warga ini akan mendatangi Kantor Gubernur NTB dan Kantor DPRD NTB, namun karena semua pejabat sedang berkumpul di Islamic Center Mataram, akhirnya mereka melakukan “mimbar bebas” sambil long march menuju tempat itu.

Di tempat ini para warga ditemui pejabat pelaksana harian (plh) Gubernur NTB H. Rosyadi Sayuthi dan berjanji akan segera menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut ke pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan RI.

Menurut Rosyadi yang juga Sekretaris Daerah Provinsi NTB itu, penamaan bandar udara dengan menyematkan nama pahlawan nasional merupakan hal lumrah di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

“Itulah salah satu alasan pemerintah pusat memberikan nama bandara Lombok dengan bandar udara Zainuddin Abdul Madjid, karena beliau adalah satu-satunya pahlawan nasional kita di pulau Lombok,” jelas Rosyadi.

Rosyadi mengharapkan agar seluruh masyarakat di kabupaten Lombok Tengah tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta tidak terpecah belah hanya gara-gara perbedaan pendapat.

“Beda pendapat boleh-boleh saja, namun jangan sampai memutus hubungan silaturrahmi, rasa persaudaraan, dan persatuan dan kesatuan,” tutup Rosyadi disambut pekikan Allohu Akbar dari massa aksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini