Viralnya Bupati Lotim Membawa Dampak Baik Bagi Wisatawan di Teluk Ekas, Wisatawan Merasa Nyaman Surfing
LOTIM LOMBOKita – Sejak viralnya ketegasan Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin, menegur beberapa boatman asal Lombok Tengah yang membawa wisatawan surfing, di teluk ekas membawa dampak positif bagi kenyamanan wisatawan mancanegara di Teluk Ekas, Jerowaru Kabupaten Lotim.
Meski sempat menuai pro-kontra, situasi kini berubah, ombak Ekas lebih tenang, dan para peselancar asing merasa lebih aman. Dan aksi tegas Bupati Iron membawa pengaruh terhadap perilaku pemandu wisata. Para boatman asal Loteng tak lagi memilih rute laut. Tapi memilih rute darat untuk hindari konflik.
Max, peselancar asal Jerman, mengaku lega setelah keramaian di laut Ekas berkurang. Karena sebelumnya di lokasi spot berselancar terlalu banyak wisatawan untuk berebut ombak
Ia berharap ada regulasi jelas dari pemerintah agar kenyamanan tetap terjaga.
“Dulu, terlalu banyak orang berebut ombak, terutama pemula. Sekarang lebih tertib,” ujar Max.
Hal yang sama diungkapkan oleh Xabi, wisatawan asal Spanyol, saat ini dirinya mendapatkan kenyamanan saat surfing, sehingga dirinya memperpanjang masa tinggalnya.
“Ombak bagus, sekarang tidak terlalu ramai. Saya betah,” katanya.
Di sisi lain,solusi mendamaikan permasalahan tak memanjang, Bupati Lotim, H Haerul Warisin dan Bupati Lombok Tengah (Loteng), H Pathul Bahri, melakukan pertemuan, akan konflik tak berkepanjangan
Bajkan tercapai kata sepakat kedua pihak menyelesaikan persoalan pelaku wisata di Ekas tersebut.
Pertemuan dengan Bupati Loteng, Menurut Warisin, membawa dampak positif dua kabupaten, momentum tersebut, dua kabupaten sepakat melakukan pengembangan kerjasama pariwisata.
” momentum ini sangat baik, kami sepakat untuk kerja sama pengembangan pariwisata,” sebut Iron.
Sementara itu, Pathul Bahri menegaskan, kedua daerah tidak ingin ada pihak yang dirugikan. Dinas Pariwisata kedua kabupaten akan merumuskan solusi pengelolaan Ekas yang adil bagi semua.
“Kita akan merumuskan solusi yang paling adil bagi semua,” ujarnya.
Sementara itu pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) secara resmi memberlakukan larangan sementara bagi seluruh wisatawan, baik dari Lombok Tengah (Loteng) maupun Lotim, untuk melakukan aktivitas selancar di sejumlah spot di kawasan Ekas.
Kebijakan tersebut, guna meredam potensi konflik horizontal yang mengemuka di lokasi tersebut.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lotim, Selamet Alimin mengatakan, kebijakan ini merupakan pelaksanaan perintah Bupati Lotim untuk melindungi hak-hak masyarakat dan mencegah eskalasi ketegangan.
Untuk menjaga netralitas dan mencegah tafsiran buruk, larangan sementara ini berlaku menyeluruh bagi semua wisatawan, tanpa memandang asal daerah (Loteng atau Lotim). Aktivitas selancar di spot yang berpotensi konflik sementara dikosongkan.
“Sebelumnya memang kita sudah tutup sementara, sekrang telah dibuka setelah kedua pimpinan bertemu, kondisi aman dan terkendali,” pungkasnya.
