Universitas Hamzanwadi Lepas Ratusan Mahasiswa Magang

LOMBOKita – Sebanyak 165 mahasiswa Universitas Hamzanwadi (UNHAM) yang peserta magang industri, bina desa, dan proyek independen.

Kegiatan magang melalui Program Kompetisi Kampus Merdek (PKKM) ini berlangsung selama 3–4 bulan kedepan di lokasi yang sudah ditetapkan pihak kampus.

Ketua Taskforce Dr. Padlurrahman, M.Pd. menyampaikan, kegiatan magang industri dan proyek independen akan berlangsung di 7 perusahaan. Baik lokal maupun luar daerah.

“Sementara kegiatan bina desa akan berlangsung di 7 desa yakni Desa Toya, Sembalun, Sembalun Lawang, Sembalun Bumbung, Sajang, Timbe Gading, dan Biluk Pitung,” papar Padlurrahman, Rabu (14/07/2021).

Menurutnya, kegiatan ini akan memberikan kontribusi yang positif bagi upaya memperpendek masa studi mahasiswa di program studi Farmasi dan Teknik Informatika.

“Karena dari masing-masing kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengakuan sebesar minimal 20 SKS yang akan dikonversi ke mata kuliah sesuai kurikulum yang berlaku di masing-masing program studi,” ulasnya.

Hal ini membuktikan, kata Padlurahman, bahwa kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka sudah menjadi salah satu kebijakan yang telah direspon secara cepat oleh kampus ini.

Ketua Taskforce yang juga Direktur Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Universitas Hamzanwadi ini menyebutkan, peningkatan mutu lulusan dan mutu dosen merupakan keniscayaan dalam rangka mencapai perguruan tinggi yang berdayasaing global.

Karenanya, dari kegiatan ini, ia berharap juga lulusan kedua program studi farmasi langsung memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi. Bahkan bila diperlukan mampu menciptakan peluang kerja untuk orang lain secara mandiri.

Selain itu, produktivitas dosen dalam melaksanakan riset dan menciptakan publikasi juga menjadi salah satu indikator yang ingin dicapai sehingga kegiatan ini dikemas secara integrated dengan tridhrama lainnya yakni riset dan pengabdian kepada masyarakat.

“Dosen yang bertugas sebagai pembimbing dan mentor harus mampu melakukan penelitian dan PkM di lokasi dan mempublikasikan hasil riset dan PkMnya pada jurnal-jurnal yang terakreditasi,” tuturnya.

Di kesempatan lainnya, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. H. Khirjan Nahdi memberikan arahan-arahan kepada peserta. Ia berharap agar 8 indikator kinerja utama (IKU) yang telah ditetapkan harus mampu dicapai secara maksimal.

Dengan demikian, setiap unsur harus benar-benar serius dalam melaksanakan agenda ini. Selain itu, kegiatan ini juga harus mampu memberikan kontribusi bagi insititusi khususnya dalam rangka memperbaiki peringkat kampus.

“Kita harus memperbaiki peringkat akreditasi program studi yang dilibatkan. Program PKKM ini merupakan program kompetisi terbuka melalui 3 kelompok yang ditujukan dalam rangka meningkatkan mutu institusi kita,” ulasnya.

Karena itu, mahasiswa sebagai peserta harus mempelajari secara sungguh-sungguh petunjuk teknis yang sudah disiapkan dan selalu menjaga nama baik kampus di masyarakat.

“Saat ini kita masih berada pada masa Covid_19, edukasi tentang protokol kesehatan wajib kalian lakukan dengan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” harapnya.

Memang dari 165 peserta yang mengikuti kegiatan ini, PKKM telah memberikan kontribusi sekitar 3,8% mahasiswa yang dapat mengikuti MBKM. Persentase ini diharapkan meningkat di tahun depan dan jumlah peserta harus lebih banyak.