Tingginya Belanja Internet Mencapai Rp 5,5 Milyar. Pemkab Lotim Akan Lakukan Efesiensi

Keterangan FOTO : Wakil Bupati Lombok Timur HM Edwin Hadiwijaya

LOTIM LOMBOKita – Tingginya biaya belanja Internet di semua institusi pemerintahan di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok mencapai Rp 5,5 milyar pertahunnya. Pemkab Lotim berencana akan melakukan efesiensi

” Angka ini memang terlalu besar. Dan kita akan mencoba melakukan efesiensi,” ungkap Wakil Bupati Lotim HM Edwin Hadiwijaya pada media di Selong.

Menurutnya, Angka tersebut memang belum terverifikasi (data jumlah belanja Interne-red), masing masing OPD menyambung internet melalui telkom maupun provider secara sendiri sendiri.

“Kita telah minta data ke Kominfo berapa kebutuhan internet pertahun di semua OPD se Kabupaten Lotim,” katanya. Dan dirinya akan kembalikan fungsi Kominfo sebagai leading Sektor pengelolaan informasi.

Disebutkan Edwin, langkah efesiensi yang akan dilakukan yaitu akan membuat jaringan internet terpusat di Kominfo, termasuk mengembalikan peran Dinas Kominfo itu sendiri.

“Kita ingin jaringan internet terpusat di Kominfo. Dab nantinya Kominfo yang membagi ke OPD-OPD,” sebut Wabup

Dengan demikian, menurut Wabup, manfaat dari pembagian jaringan internet secara terpusat di Kominfo, agar bisa mengatur sesuai kebutuhan OPD.

“Jangan sampai banyak (berbayar) itu karena sebagian besar menggunakan untuk membuka youtube dan lainnya. Kedepan selama satu Minggu itu kita bisa atur,” paparnya.

Disebutkannya, dari seluruh institusi se Lotim ini, berapa bandwith yang dibutuhkan. “Kalau terpusat maka kebutuhan anggaran dapat di ketahui dan efisiensi,” tegasnya.

Keberadaan Command Center inipun. Sebut Edwin. Fungsinya akan dihidupkan kembali. ” tak dipungkiri selama ini command center yang ada di Dinas Kominfo ini tak difungsikan maksimal, dan kita fungsikan kembali,” katanya.

Dikatakannya, di command cebter ini, terdapat jaringan fiber optik 28 km. Yang saat ini terjadi gangguan di power suply. Power suply itu menggunakan tenaga panel surya untuk mengisi baterai. “Masih dipelajari dimana kerusakannya,” unggahnya.

Edwin mengaku keberadaan gedung command center pembangunannya menelan anggaran Rp 6,4 miliar, hanya digunakan untuk zoom meeting, padahal melalui command center ini terdapat 13 titik cctv terpantau. Jumlah ini masih terbatas , dan kedepan akan ditingkatkan.