Tanggapi Dugaan Pelecehan Siswi, Kepala SMAN 1 Keruak: “Guru Itu Sudah Dipindahkan”

Gerbang masuk SMAN 1 Keruak, Lombok Timur / foto: Ist

LOMBOKita – Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi antara murid dan guru di SMAN 1 Keruak yang kini berujung laporan polisi, mendapat tanggapan dari Kepala SMAN 1 Keruak, Ahmad Suhamdi, SH.

Menurut Ahmad Suhamdi, terkait beredarnya pemberitaan oknum guru yang dilaporkan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap salah seorang siswi yang diberitakan Lombokita.com Selasa kemarin, merupakan kasus lama.

Kasek Ahmad Suhamdi mengaku sangat menyayangkan kasus yang terjadi tahun 2021 lalu baru tahun ini dimunculkan. Bahkan pihak sekolah jauh sebelum kasus ini mencuat, sudah memberikan sanksi administrasi terhadap oknum guru tersebut dengan dimutasi ke salah satu SMA di Kabupaten Lombok Barat.

“Guru tersebut sudah dipindahkan ke Lombok Barat, dan saat ini sudah tidak lagi mengajar di SMAN 1 Keruak,” tandas Ahmad Suhamdi kepada Lombokita, Rabu (1/3/2023).


Berita sebelumnya:

Oknum Guru SMAN 1 Keruak Dilaporkan ke Polisi Dugaan Pelecehan Seksual

Suhamdi menyatakan sangat mendukung atas tindakan pihak korban yang menempuh jalur hukum. Bahkan, katanya, Kasek sudah lama menyarankan kepada pihak korban untuk melapor ke polisi.

Hanya saja Kasek, kata Suhamdi, dirinya sangat menyayangkan tudingan yang menyebutkan pihaknya lemah terhadap pengawasan anak buah. Menurutnya, selaku Kasek tentu senantiasa melakukan pengawasan internal terhadap dinamika di sekolah.

“Saya selaku Kasek, tiap pagi memberikan breafing terhadap semua elemen sekolah baik guru, pegawai sekolah bahkan siswa untuk menjaga situasi stabilitas sekolah bahkan senantiasa menjaga marwah sekolah. Kecuali dinamika di luar lingkungan sekolah terhadap individu staf adalah di luar ranah saya selaku Kasek,” ulas Suhamdi.

Sekali lagi atas nama pihak SMAN 1 Keruak, Ahmad Suhamdi menyatakan sikap, mendukung proses hukum yang ditempuh terduga korban agar kasus ini menjadi pembelajaran berharga kepada pihak sekolah baik guru, pegawai maupun para siswa.