Social Distancing, Perubahan Sosial Lewat Komunikasi Digital Menghadapi Wabah Covid-19

Helmi Yunita Asmiana, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Program Studi Sosiologi Universitas Mataram

Virus corona merupakan pandemi yang mudah menyebar secara menular membuat para pemimpin dunia menghimbau warganya untuk melakukan social distancing untuk mencegah penularan dan pencegahan virus Corona.

Mengacu instruksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), himbauan social distancing diterapkan untuk memerangi penyebaran virus corona. Virus corona sangat mudah menular melalui seseorang saat bersin ataupun batuk.

Maka social distancing atau pembatasan sosial, dalam Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat COVID-19 di Indonesia, adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah. Hal ini ditujukan pada semua orang di wilayah yang diduga terjangkit virus corona.

Penyebaran virus corona menjadi ancaman serius bagi dunia. Semakin meningkatnya pasien yang terkena virus corona, social distancing ini mengarahkan masyarakat mengurangi interaksi sosialnya dalam menghadapi pandemic Covid-19.

Maraknya penyebaran virus corona covid-19 telah menyebabkan terjadinya perubahan sosial di masyarakat yang salah satunya didukung dengan teknologi komunikasi. Masyarakat dituntut bisa dan terbiasa. Perubahan terjadi pada cara berkomunikasi, cara berpikir, dan cara berperilaku manusia.

Perlu direnungkan, social distancing atau menjaga jarak tidak membuat kita “mati gaya”. Hanya belum sepenuhnya terbiasa dalam keseharian hidup pada pengalihan ruang fisik ke ruang virtual. Komunikasi digital sangat dekat di sekitar kita yang sebenarnya berkontribusi besar.

Kita tetap bisa bersosialisasi melalui berbagai media di era globalisasi ini yang menuntut pada kecanggihan komunikasi digital untuk tetap berinteraksi sosial. Media-media yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran, media interaksi, media pembelajaran.

Jembatan komunikasi melalui media-media tersebut tentunya dapat memberikan edukatif, informatif, dan persuasif.

Media yang dimaksud digunakan tanpa melakukan kontak fisik di antaranya tik tok, twitter, facebook, instagram, line, dan whatsapp.

Bukankah ini sudah menjadi gaya hidup kita, termasuk orang Indonesia? Misalnya, kebiasaan bangun tidur langsung mencari gadgetnya meskipun sebatas cek pesan masuk, lihat status, dan lainnya.

Saat belum terjadi wabah pandemik Covid-19, kita seringkali disibukkan dengan aktivitas melalui komunikasi sosial yang di mana komunikasi dilakukan tidak harus kontak fisik atau tatap muka. Artinya masyarakat tetap bisa melakukan interaksi sosial dengan menggunakan teknologi komunikasi, terutama media sosial.

Teknologi saat ini sudah berkembang demikian pesat sehingga kita bisa tetap saling terhubung tanpa harus secara fisik berada di dalam ruangan atau tempat yang sama.
Covid-19 sangat meresahkan masyarakat terkait dengan kesehatan ikatan relasi sosial masih lebih kuat dalam perspektif masyarakat

dewatogel88

dewatoto

dewaslot88

dewaselot

dewatoto

dewaselot

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777