Siswa SMP Yang Terseret Ombak Ditemukan Kondisi Tak Bernyawa
LOTIM LOMBOKita – Korban terseret arus saat mandi di Pantai Komalasari, Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Saim Akbar (14) akhirnya ditemukan nelayan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
Remaja yang masih duduk di bangku kelas II SMP asal Dusun Toron, Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya ini ditemukan mengapung oleh nelayan di Pantai Maik Anyir, Kelurahan Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, sekitar pukul 10.30 Wita, Minggu (5/10/2026).
Tim gabungan dari Satpolairud Polres Lombok Timur, Tim SAR, BPBD, TNI dan dibantu nelayan, melakukan pencarian sejak hari pertama korban dinyatakan hilang, di sepanjang pesisir pantai Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pada hari kedua pencarian, tim gabungan tetap melakukan penyisiran di kawasan pesisir pantai hingga ke bagian tengah. Dari upaya pencarian itu, akhirnya tim gabungan menerima informasi bahwa korban ditemukan oleh nelayan di Pantai Maik Anyir.
Tim gabungan pun langsung menuju TKP dan melakukan evakuasi. Jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Korleko untuk proses pemeriksaan atau visum.
Kasat Polairud Polres Lotim Iptu I Guati Rai didampingi KBO IPDA Suman Yadi, mengatakan pencarian korban selama dinyatakan hilang, tim gabungan dibagi menjadi beberapa tim.
“Pada hari pertama pencarian, hasilnya nihil. Pada hari kedua, pencarian kembali dilanjutkan, dan di tengah proses pencarian itu, tim gabungan mendapat informasi penemuan mayat mengapung di Pantai Maik Anyir. Setelah tim datang ke TKP penemuan, dipastikan itu adalah korban hanyut yang terseret arus gelombang saat mandi di Pantai Komalasari,” jelasnya.
“Alhamdulillah, korban sudah ditemukan. Jenazahnya sudah diserah terimakan dengan pihak keluarga korban, untuk dilakukan proses pemakaman di TPU Desa setempat,” imbuhnya.
Untuk diketahui, kronologi korban terseret arus terjadi pada Sabtu (4/10) lalu. Korban mendatangi TKP bersama teman-teman sebayanya untuk mandi. Tidak lama setelah korban bersama teman-temannya mandi, ombak besar datang menghantam mereka.
Setelah ombak menghantam dan arus membawa ke tengah, tujuh orang selamat. Sementara tiga orang termasuk korban hanyut terseret ombak ke tengah, dua diantaranya berhasil diselamatkan. Namun korban hilang terseret arus gelombang yang besar.
Teman-teman korban yang panik langsung meminta bantuan warga sekitar dan melakukan pencarian. Personel dari Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) yang mendapat laporan langsung menuju TKP, demikian juga Tim SAR Gabungan.
