Sekda Lotim Hadiri Pameran Unggulan Lokal Amman Mineral Expo Gumi Seri Lombok Timur

Keterangan FOTO : Sekda Lotim HM Juaini Taufik menghadiri Pameran Unggulan Lokal Amman Mineral Expo Gumi Seri Lombok Timur, ditaman Kota Selong, Minggu

LOTIM LOMBOKita – PT Amman Mineral Nusa Tenggara berklaborasi dengan Pemerintah Kabupaten menggelar ajang ekshibisi produk lokal. Yang di gelar di area Taman Rinjani Selong, Minggu (15/2).Sekda Lotim. HM Juaini Taufik turut hadir mewakili Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin.

“Kegiatan tersebut merupakan bentuk final kerja sama panjang antara Pemda dengan pihak perusahaan sejak tahun 2024,” ujar Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taopik.

nenurut Taufik, ini merupakan langkah progresif itu bermula saat divisi Social Impact korporasi tambang melakukan penjajakan mengenai kebutuhan mendesak masyarakat setempat. daerah kemudian sepakat mengarahkan bantuan pada sektor pariwisata yang berefek domino.

“Kami akhirnya memilih tema pelesiran untuk meningkatkan peran signifikan para penggiat ekonomi kreatif di wilayah ini,” katanya.

Pemilihan lokasi program dilakukan secara selektif melalui proses pendaftaran ketat yang dikelola oleh mitra pelaksana, Forward Indonesia. Fokus utama pemberdayaan menyasar Kecamatan Sembalun serta Jerowaru karena keduanya sedang tumbuh pesat.

“Dua kawasan itu memang tengah booming sehingga butuh sentuhan serta perhatian lebih dari berbagai pihak terkait,” jelasnya.

dalam pameran tersebut, eksistensi hasil nyata yang ditampilkan hasil pelatihan berkelanjutan yang telah dijalani peserta selama beberapa bulan terakhir. Juaini menegaskan bahwa pembinaan tidak boleh berhenti pada tahap seremoni semata demi menjamin bisnis warga.

“Subjek usaha harus terus dipantau secara konsisten sampai mereka benar-benar mampu berdiri sendiri tanpa ketergantungan,” tegasnya.

Pimpinan daerah menyadari tantangan finansial sering muncul akibat kesalahan kalkulasi teknis atau sekadar mengikuti tradisi tanpa inovasi. Intervensi tenaga ahli diperlukan guna memperbaiki model niaga agar lebih adaptif terhadap pasar.

“Terkadang bisnis yang ditekuni sekarang kurang cocok secara hitungan profit lantaran hanya mengandalkan kebiasaan lama,” tuturnya..

Melalui pendampingan profesional, banyak orang akhirnya mendapatkan kesadaran baru mengenai nilai fungsional komoditas yang dihasilkan. Sejumlah warga bahkan berani mengganti jenis dagangan setelah memahami potensi keuntungan lebih rasional.

“Kami tidak menerima dana segar secara langsung, melainkan merasakan dampak positif bagi pertumbuhan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.