Rotasi Pejabat di Lotim Kembali Dilakukan Bupati ” Efektipkah Mutasi Yang Dilakukan Diakhir Masa Jabatan? “
LOTIM LOMBOKitaID – Di akhir masa jabatannya memimpin Lombok Timur, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy kembali lakukan mutasi, kali ini yang di mutasi pejabat eselon II.
Adanya mutasi tersebut, memunculkan komentar, seperti yang di ungkapkan Direktur Lembaga Transfaransi Kebijakan Publik (LENSA) NTB H Hafsan Hirwan,
“Efektipkah mutasi yang di lakukan pak Bupati HM Sukiman Azmy, di akhir masa jabatannya,” ucapnya dengan nada tanya.
Hafsan mengungkapkan, mutasi itu memang kewenangan pak Bupati, tetapi mutasi kali ini terkesan sewenang wenang, padahal di akhir masa jabatannya.
“Kerap kita mendengar, mutasi dilakukan kebutuhan organisasi, organisasi yang mana?, dan ungkapan tersebut sebenarnya hanya untuk mengelabui,” katanya.
Hafsan justru menilai mutasi yang dilakukan itu sebuah bentuk hukuman, dan mutasi yang dilakukan di akhir masa jabatan dinilai tidak efektif, karena tak membawa perubahan siginifikan
“Disisa akhir masa jabatannya, apa tujuan yang ingin di capai,apakah mutasi yang dilakukan untuk mendapatkan pengakuan,kalau masih punya kewenangan dan kekuasaan untuk melakukan mutasi,
“Itu memang hak, tapi ibarat orang hidup, sebelum sakartul maut, bertobatlah dan perbanyak istigfar,” sebutnya
Sehingga Hafsan menduga mutasi yang dilakukan Bupati kali inu, terkesan kesewenang wenangan, meski itu kewenangan, namun parameter mutasi birokrasinya tidak jelas. “Memang yang namanya ASN kapan dan dimana,sesuai sumpah ASN siap di tempatkan dimana mana,” jelasnya, tetapi semestinya bagaimana Bupati membangun birokrasi yang betul betul ideal, dengan menggunakan parameter yang jelas dalam menempatkan seorang menjadi pejabat.
“Kalau tujuan PAD, antara modal dengan tujuan harus berimbang, ingin mencapai PAD besar, tetapi dengan modal dengkul nonsen akan terwujud,” tandasnya.
Ibarat pergi ke Mataram menggunakan kendaraan membutuhkan BBM 20 liter, tetapi yang di berikan 5 liter, seorang manager, insya Allah tetap sampai, tetapi dengan cara mendorong kendaraan.
“Sepandai pandai managerial kalau seperti ini, jangan pernah berharap hasil maksimal,” sebutnya. Tak hanya bermodalkan mental, sehebat hebat managerial harus tetap ideal, agar tak gerasak gerusuk diakhiri dengan mutasi.
