Produksi Garam Di NTB Anjlok
“Memang untuk saat ini produksi masih relatif rendah. Nanti mulai Oktober hingga Desember baru puncak panen raya garam. Itu pun jika cuaca mendukung,” katanya.
Pihaknya menargetkan produksi garam pada 2017 mencapai 169.000 ton dari luas 2.348 hektare lahan produksi yang sudah dimanfaatkan dari potensi luas lahan mencapai 9.789 hektare.
Target tersebut harus bisa tercapai agar kebutuhan garam penduduk NTB sebesar 138,58 per kapita per tahun bisa terpenuhi.
“Mudahan kondisi cuaca tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya sehingga target produksi tercapai. Kalau tidak, NTB harus mendatangkan garam dari daerah lain atau kalau ada kebijakan impor,” ujar Hamdi.
Sementara itu, Nur Halimah, salah seorang pedagang pengecer di pasar tradisional Dasan Agung Mataram, menyebutkan harga garam halus di tingkat pedagang besar dari Rp5.000 naik menjadi Rp15.000/kg. Sementara harga garam kasar dari Rp3.000 naik menjadi Rp10.000/kg.
Menurut dia, kenaikan harga komoditas tersebut sudah berlangsung sejak pertengahan Ramadhan 1438 Hijriah, dan hingga saat ini masih bertahan mahal, meskipun pasokan sudah relatif lancar.
“Dulu sempat tidak ada barang beberapa hari, makanya harganya melonjak tinggi. Tapi kok sekarang persediaan relatif banyak, tapi harga tidak turun-turun,” ucapnya.

Komentar ditutup.