Pemkab Lotim dan Lobar Perpanjang MOU Tangani Inflasi
LOTIM LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat resmi melakukan perpanjangan penandatanganan kerjasama terkait ponakan inflasi, salam bilang pengembangan industri pertanian, perikanan, peternakan, hortikultura, serta pengembangan potensi daerah.
Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, mengatakan banyak tantangan yang dihadapi sehingga kerjasama dengan Pemkab Lombok Timur menjadi sebuah terobosan, terutama berkaitan dengan pengendalian inflasi daerah.
“Lobar memiliki potensi wisata yang sudah tidak seperti dulu. Perbaikan terus dilakukan, sayang sektor pariwisata alami penurunan. Kelemahan kami di sektor pertanian dan ketahanan pangan yang masih lemah, sehingga kami belajar ke Lotim,” ujarnya.
Ia mencontohkan kampung nelayan yang sudah dimiliki Lombok Timur, sementara Lombok Barat belum punya. Perkembangan tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga sektor lainnya dalam penanganan inflasi daerah.
Sementara itu Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyampaikan kerjasama ini pernah dilakukan sebelumnya dan ini merupakan tindak lanjut perpanjangan.
“Kalau bicara masalah luas, Lotim terluas dari kabupaten lain di NTB termasuk jumlah penduduknya terbanyak,” katanya.
Secara umum masalah pertanian, perikanan, kehutanan memang Lotim sangat berpotensi. Hampir 30 persen dari pertanian Lobar disuplai Lotim. Lotim memiliki lahan pertanian irigasi teknis hampir 43 ribu hektare di luar lahan kering.
“Bukan berarti terpenuhi semua, ada saja yang mengalami stagnan yang luar biasa seperti cabai dan bawang. Untuk cabai kita bawa dari Sulawesi,” jelasnya.
Untuk Lombok Timur, terkait cabai, Pemkab menggelontorkan anggaran Rp 1,5 miliar untuk membangun green house, termasuk terkait peternakan dan ini diserahkan ke PT Agro Selaparang yang merupakan BUMD.
“Lotim konsentrasi terkait masalah ini terutama kecukupan bahan pokok. Adanya kerjasama ini pula Lotim akan belajar terkait pariwisata ke Lobar,” ucapnya.
Masyarakat terus diimbau untuk menanam cabai di halaman rumah. Disebutkannya 70 persen kebutuhan daging bagi Kota Mataram dipenuhi Lotim. Kebutuhan sayur Kota Mataram juga disuplai Lotim. Pemkab juga tahun ini menambah anggaran untuk pertanian.
Bawang putih Sembalun yang ditanam tidak untuk konsumsi melainkan untuk kebutuhan bibit nasional.
“Yang jelas Lotim sangat butuhkan kerjasama dengan Lobar. Lobar luar biasa, melalui kerjasama dapat saling mengisi. Dengan adanya MBG pertumbuhan bisa mencapai 7-8 persen. Kerjasama ini bisa saling menguntungkan dan kami bangga dengan Lobar yang mau kerjasama dengan Lotim,” pungkas Haerul Warisin.
