Pelaku UMKM di Lotim Kesulit Akses Program MBG

Keterangan foto: produksi roti di wilayah dusun bile sundung desa paokmotong

LOTIM LOMBOKita – Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lombok Timur (Lotim) mengeluhkan kesulitan mengakses hasil olahannya ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Lotim. Hal ini dinilai menghambat potensi UMKM lokal untuk berkembang dan berkontribusi pada program prioritas Presiden Prabowo tersebut.

Suhamdi salah seorang warga Bilesundung Desa Masbagik Lombok Timur, pemilik usaha roti “Kiara Donat” mengaku produk usahanya, seperti, roti tawar, dan brownies, sulit menembus MBG meski dirinya siap memenuhi standar kualitas.

“Tiap hari kami produksi dia kwintak, tapi untuk.masuk ke MBG kesulitan, meski telah menawarkan, tetapi kita di suruh ke orang dapur,” Ujarnya..

Bahkan dirinya mengaku, usaha miliknya siap untuk diberdayakan secara maksimal untuk program MBG. Dan hargapun cukup terjangkau

“kami siap penuhi standar kualitas MBG, tentu dengan menyesuaikan harga dan pemenuhan gizi. Berapapun pesanan, kami sanggup penuhi asalkan tidak mendadak,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini hanya beberapa dapur MBG yang mencari produknya. Itu pun pengelola MBG punya inisiatif datang membeli produknya. Sementara untuk MBG di wilayah Masbagik sendiri, produk Kiara Donat justru tidak tersentuh

” Kalau di Kecamatan Masbagik tidak ada satupun dapur MBG yang kita masuk ” jelas dia.

Lebih lanjut, Suhamdi mengatakan, Usaha rotinya dirintis dari nol di tahun 2018 dengan modal awal hanya satu karung tepung. Usahanya itu sempat terpuruk saat pandemi COVID-19, namun akhirnya bangkit kembali.

Kini usahanya tersebut telah memiliki 15 karyawan dan 20 reseller, dengan jangkauan pemasaran hingga ke berbagai wilayah di Lotim. Namun, untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya. Ia masih membutuhkan dukungan.

“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah. Saat ini, alat oven yang kami gunakan masih manual,” tutupnya.