Nyamuk Aedes Aegypti Zaman Now Makin Bandel

Nyamuk Aedes Aegypti

Nyamuk Aedes Mudah Beradaptasi dengan Perubahan Iklim

Beberapa waktu lalu, dalam diskusi tentang penyakit yang disebabkan nyamuk, di Jakarta, DR. dr. Leonard Nainggolan SpPD-KPTI, Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi dari Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi Indonesia menjelaskan, Indonesia adalah negara tropis yang memiliki ancaman penyakit yang ditularkan nyamuk. Beberapa penyakit yang ditularkan vektor nyamuk dan sudah terkonfirmasi (ditemukan) di Indonesia adalah demam berdarah dengue (DB), malaria, chikukunya, dan zika.

Dewasa ini, jumlah penyakit yang ditularkan nyamuk semakin meningkat. Salah satu pemicunya adalah populasi nyamuk semakin banyak. Salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim global. Suhu global yang meningkat menyebabkan nyamuk semakin suka kawin dan bertelur terus sehingga meningkatkan penyakit yang ditularkannya.

Nyamuk juga lebih bandel karena semakin pintar beradaptasi dengan perubahan lingkungan, sehingga nyamuk yang tadinya mudah mati dengan obat nyamuk yang mengandung organofosfat misalnya, tetapi belakangan ini mulai kebal dan tidak mati dengan zat tersebut. Nyamuk adalah hewan kecil yang paling cepat beradaptasi dengan lingkungan.

Mau bukti? dr. Leo mengutip data WHO tahun 2016 yang menunjukkan jumlah kasus kematian akibat gigitan nyamuk mencapai 725.000. Jumlah penyakit yang ditularkan nyamuk mencapai 17% dari seluruh penyakit menular, dengan kematian mencapai 1 juta per tahun, dan paling banyak terjadi di Afrika. Selain itu, lebih dari 2,5 miliar orang di lebih dari 100 negara berisiko tertular demam berdarah, dan 3,2 miliar orang berisiko tertular malaria (WHO, 2015).

Perubahan Perilaku Nyamuk Aedes Aegypti

Berbeda dengan nyamuk Anopheles penyebab malaria dan nyamuk Culex (nyamuk rumahan yang biasa menggigit di malam hari), nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah, sangat aktif di siang hari.

Nyamuk Aedes aegypti, karena perubahan iklim, memiliki daya jelajah semakin meluas. Di wilayah yang tadinya nyamuk Aedes tidak dapat hidup, sekarang dapat hidup karena suhu menghangat. Misalnya Eropa, yang tadinya steril dari nyamuk Aedes, misalnya di Sisilia Italia mulai ditemukan kasus DB yang bukan “penyakit impor”.

Nyamuk Aedes betina lebih suka darah manusia, dan dia lebih menyukai aroma manusia, termasuk aroma tubuh manusia yang tertinggal di pakaian. Oleh karena itu, pakaian yang habis dipakai sebaiknya dimasukkan ke keranjang pakaian dalam kondisi tertutup.

Nyamuk Aedes bertelur di air tergenang. 1 cc air tergenang saja sudah bisa jadi media berkembang biaknya nyamuk ini. Namun jangan lengah, karena pada keadaan kering pun, telur nyamuk Aedes dapat bertahan sampai 6 bulan. Ketika terendam air, telur-telur kering ini dapat menetas menjadi larva. Satu-satunya kelemahan nyamuk Aedes adalah tidak dapat bertahan di iklim dingin.

dewatogel88

dewatoto

dewaslot88

dewaselot

dewatoto

dewaselot

pilot138

dewatogel88

dewatoto88

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

alpa4d

alpha4d

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777