Nenek 80 Tahun Sempat Menghilang Tiga Hari, Ditemukan Dalam Mengapung di Muara Sungai Dengan Kondisi Tak Bernyawa
LOTIM LOMBOKita – Innalillahi, setelah menghilang selama Tiga hari, Inaq Nurdiah alias Inaq idoq ( 80 tahun) warga Otak Desa Dusun Suranadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (11/3) sekitar pukul 09.30 Wita, jenazahnya di temukan warga di di muara sungai penambong ( kokok penambong ) dusun penambong desa Terara, dalam kondisi tak bernyawa.
Informasi yang di himpun, sebelum ditemukan, korban sempat pergi ke sungai tak jauh dari rumah korban, hingga sore hari korban tak ada pulan, dan membuat keluarga korban resah dan sempat melakukan pencarian, karena tak ditemukan, pihak keluarga melaporkan kehilangan korban tersebut ke polisi dan Tim SAR,
adanya laporan tersebut, aparat Polsek bersama Tim SAR dan warga berusaha mencari korban dengan menyusuri sungai yang diduga korban terjatuh dan terseret arus sungai, termasuk mencari sampai dam pandansure, lantaran malam hari, pencarian dilanjutkan keesokan harinya.
Namun pencarian selama tiga hari korbanpun belum di temukan, di hari ke empat, tim SAR bersama warga berhasil menemukan korban di muara sungai penambong ( kokok penambong ) dusun penambong desa Terara, korban di temukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Jenazah korban langsung di evakuasi ke Puskesmas guna menjalani visum, usai visum korban langsung di bawa pulang pihak keluarga untuk di makamkan.
Kapolres Lotim AKBP Herry Indra Cahyono melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Nicolas Oesman yang di konfirmasi membenarkan, adanya penemuan mayat di muara sungai di desa Terara Sabtu (11/3) sekitar pukul 09.30 Wita, daoam kondisi meninggal dunia.
” korban sempat menghilang selama tiga hari, dan ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di salah satu muara sungai di desa Terara,” ucapnya.
Hilangnya korban di duga, saat korban pergi kesungai diperkirakan terjatuh dan terseret arus sungai,
” pihak keluarga korban sempat melakukan pencarian tetapi tak menemukan korban, dan melapor ke Polsek dan Tim SAR,” katanya.
Adanya laporan warga tersebut, anggota Polsek bersama Tim SAR dibantu warga melakukan pencarian hingga tiga hari, dan korbanpun ditemukan mengapung dan sudah tak bernyawa di salah satu muara sungai yang ada di Desa Terara tersebut.
Dan korbanpun langsung di evakuasi tim SAR dan membawa ke Puskesmas untuk di visum, hasil visum ( pemeriksaan) sementara dari dokter piket, di tubuh korban di temukan luka lebam di bagian kepala diduga akibat benturan benda tumpul saat terseret arus sungai.
” karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi, pihak keluarga menerima sebagai musibah, san pihak keluarga membawa korban pulang untuk di makamkan, karena sudah mengeluarkan bau tak sedap,” sebutnya,
Dan untuk mengetahui penyebab kejadian ini, kasus masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
