NasDem Sesali Isu Pengaturan Jabatan oleh Timses Partai Pengusung Pathul-Nursiah

LOMBOKita – Rotasi pejabat Eselon II, III, dan IV pada mutasi ASN di lingkup Pemda Lombok Tengah, Kamis (30/12/2021) mendapat sorotan tajam dari Ketua Partai NasDem Lombok Tengah, Ahmad Syamsul Hadi. Hal ini terkait dengan proses promosi dan mutasi yang di nggap tidak berbasis pada kompetensi dan integritas pejabat pada posisinya.

“Kita sudah jauh-jauh hari mengingatkan terkait rotasi pejabat di lingkup Pemda ini, bahwa jika ingin kinerja dan layanan pemerintah ini semakin maju, maka tempatkanlah orang-orang sesuai kemampuan dan kapasitasnya juga pengalamannya,” cetus politikus muda yang pernah jadi Deputi Direktur Eksekutif Nasional WALHI ini.

Dengan melihat apa yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati serta Sekda kali ini, Ahmad SH merasa bahwa praktek masa lalu itu masih saja berlaku di Lombok Tengah. Secara politik, katanya, kepala daerah termasuk pemimpin birokrasi yaitu Sekda sudah dianggap tumpul dan tak bertaring.

Hal inilah yang menimbulkan kecurigaan bahwa pemimpin daerah ini memilih pejabat eselon itu tidak berdasar kompetensi dan integritas

“Pekerjaan penting dari pemimpin itu adalah membagikan dan menggerakkan SDM menuju visi organisasi dengan membuat keputusan yang tepat. Ada SDM yang sudah sekian lama berkutat di tugasnya dengan baik, etos kerja disiplin tapi malah tidak dipakai. Apa-apaan ini. Dasar mereka menentukan orang itu bagaimana, ini diluar lambannya pengambilan keputusan mutasi terkait penempatan pejabat atau kabinet yang akan membantunya,” kritik Ahmad.

Pengambilan sumpah jabatan ratusan ASN lingkup Pemkab Lombok Tengah

Selain itu Ahmad SH juga menyesalkan isu yang berkembang bahwa proses pengaturan pejabat di Pemda Lombok Tengah ini banyak disetir oleh timses dari partai politik pengusung Pathul Nursiah. Bahkan Ketua partai pengusung ini juga menantang publik untuk bersuara lebih kencang dan terbuka mengawal pemerintahan ditengah gencarnya para pejabat publik dibidik aparat penegak hukum.

“Parpol apaan, terus siapa yang bermain? Kalau secara catatan politik, temuan kita pada pilkada kemarin itu hampir 80 persen ASN ini tidak mendukung Pathul Nursiah. Lalu atas dasar apa pemimpin ini menentukan pejabatnya sekarang? Jadi jangan sok gaya seperti berita sebelumnya bahwa timses (parpol) mengatur mutasi. Jika ada yang mengetahui soal itu, maka ayo buka saja biar terang benderang. Jangan orang makan duren, kami juga yang kena fitnah!,” pungkasnya.

Dilanjutkan Ahmad, rotasi pejabat adalah hal biasa dalam roda organisasi, tapi dia melihat bahwa selalu saja jalan keliru ditempuh oleh Pemda Loteng.

Dia mencontohkan ada yang menjabat tidak sesuai golongan, ada satu rumpun keluarga menjabat, dan masih banyak contoh lainnya. Menurutnya hal tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut jika menginginkan daerah mempunyai kemajuan dan kebaruan.

“Pathul Nursiah itu sepaket, ada Sekda baru yang menjadi komandan birokrasi di dalam, tetapi jika begini saja caranya, maka harapan pada pemimpin ini tentang kemajuan dan kebaruan dalam tata kelola Lombok Tengah semakin baik bukan tidak mungkin semakin menjauhkan panggang dari api. Hanya menjadi retorika sunyi,” tutup Ahmad.