Mitigasi Bencana di Lotim, 20 Desa Di Lima Kecamatan Rawan Bencana Banjir dan Tanah Longsor
LOTIM LOMBOKita – Menyikapi prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca buruk yang akan terjadi pada bulan Juni 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim menindak lanjuti dengam melakukan mitigasi bencana.
Hasil mitigasi yang dilakukan,ada lima Kecamatan yang dinilai rawan bencana banjir dan tanah longsor. Yaitu Kecamatan Sambelia, Peringgabaya, Sembalun, Sikur dan Jeroaru.
” Dari lima kecamatan tersebut, titik rawan banjir ada di 20 desa,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Lalu. Mulyadi.
Antisifasi rawan titik banjir tersebut, menurut Mulyadi, pihaknya telah melakukan mitigasi,dengan melakukan tindakan pencegahan, yaitu membangun saluran pengarah banjir menuju Daerah Aliran Sungai (DAS), sehingga air hujan yang mengalir dari hulu tidak langsung ke pemukiman warga.
” Tak hanya membangun saluran, pencegahan juga dilakukan dengan melakukan normalisasi sungai dengan pengangkatan sedimen, sampah dan pembangunan bronjong,” sebutnya. Dengan demikian sungai dapat berfungsu optomal menampung debit air huja.
Lebih lanjut Kalak BPBD mengatakan. Selain melakukan mitigasi dan pembangunan bronjong. Pihaknya juga menindak lanjuti setiap laporan masyarakat, baik itu laporan bersifat kecil maupun besar langsung di tindak lanjuti dengan melakukan penanganan langsung, agar tak berdampak ke perkampungan warga ketika terjadi curah hujan tinggi
“Hal-hal kecil yang dilaporkan masyarakat langsung kita tangani, ini juga cukup efektif mencegah bencana banjir yang lebih besar, seperti menangani saluran irigasi yang tersumbat,” ujarnya.
Mulyadi juga agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dini, ketika terjadi hujan, mengurangi aktivitas di aliran sungai, serta memperhatikan peringatan dini dari BMKG.
“Hal-hal kecil yang bisa kita lakukan yaitu, tidak membuang sampah ke aliran drainase dan sungai. Karena itu yang menyebabkan aliran arus air meluber ke pemukiman,” pesannya.
Selain itu, warga juga dihimbau untuk segera melapor ke pemerintah terdekat ketika ada persoalan lingkungan pemicu banjir yang membutuhkan penanganan.
“Segera laporkan ke BPBD, Damkarmat, Sar dan Pemerintahan terdekat, jika butuh rehab rekons bisa langsung bersurat,” sebutnya
