Mengetahui Dampak dari Limbah Rumah Tangga

KEHIDUPAN manusia sehari-hari tidak lepas dari kebutuhannya terhadap lingkungan. Manusia memperoleh daya dan tenaga serta pemenuhan kebutuhan primer, sekunder, tersier, maupun segala keinginan lainnya dari lingkungan. Aktivitas manusia berjalan seiring dengan pertambahan penduduk, dimana penduduk dengan segala aktivitasnya merupakan salah satu komponen penting dalam timbulnya permasalahan lingkungan.

Salah satu permasalahan lingkungan yang terkait dengan aktivitas manusia adalah sampah. Sampah dan limbah hasil buangan dari aktivitas penduduk jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang berdampak balik pada kesehatan lingkungan penduduk. Adanya timbunan sampah dalam jumlah besar juga akan menimbulkan pemandangan yang tidak sedap, kotor dan kumuh dan menyebabkan kondisi lingkungan yang buruk.

Kehadiran sampah merupakan salah satu persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Keberadaan sampah tidak diinginkan bila dihubungkan dengan faktor kebersihan, kesehatan, kenyamanan dan keindahan (estetika). Tumpukan onggokan sampah yang mengganggu kesehatan dan keindahan lingkungan merupakan jenis pencemaran yang dapat digolongkan dalam degradasi lingkunganyang bersifat sosial (Bintarto, 1997:57)

Salah satu faktor yang mempengaruhi lingkungan adalah masalah pembuangan dan pengelolaan sampah. Sampah adalah bahan buangan sebagai akibat dari aktivitas manusia yang merupakan bahan yang sudah tidak dapat dipergunakan lagi. Bertambahnya jumlah penduduk perkotaan yang terjadi tidak hanya tingginya kelahiran tetapi juga adanya urbanisasi masyarakat. Dengan jumlah penduduk yang tinggi akan mengakibatkan terhadap tingginya volume limbah yang dihasilkan dari rumah tangga.

Pada saat ini manusia kurang sadar akan lingkungannya sendiri. Banyak dari mereka yang tidak memahami kebersihan lingkungan, sehingga dengan mudah membuat sampah yang sangat berbahaya bagi lingkungan. Seperti aktivitas sehari-hari yang kita lakukan seperti mandi, mencuci dan berbagai aktivitas lainnya yang kita anggap sepele namun menghasilkan limbah sisa yang justru dapat merugikan manusia dan lingkungan khususnya lingkungan laut. Dari sekian banyak aktivitas manusia, ternyata yang paling berbahaya adalah sampah rumah tangga. Meskipun kita tidak tinggal di daerah pesisir dan banyak limbah industri yang tidak diolah juga dapat merusak perairan laut, kita melihat banyaknya masyarakat Indonesia dengan limbah rumah tangga yang tidak diolah dan diproduksi setiap hari. Dapat dikatakan kerusakan tersebut karena limbah rumah tangga lebih besar dari limbah industri.

Kepedulian masyarakat khususnya rumah tangga dalam pengelolaan limbah rumah tangga sangat diperlukan untuk membantu pemerintah dalam menangani permasalahan lingkungan hidup. Kurangnya partisipasi lingkungan rumah tangga dalam pengelolaan limbah rumah tangga merupakan kendala terpenting. Dampak limbah rumah tangga terhadap lingkungan hidup perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Dalam menjaga lingkungan hidup pemerintah memerlukan adanya aturan yang jelas dan tegas tentang lingkungan hidup, serta mensosialisasikan kepada masyarakat.

Limbah rumah tangga dapat mempengaruhi kualitas air, sehingga mengakibatkan pencemaran air, misalnya air yang digunakan untuk mandi dan mencuci. Air yang tercemar tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan rumah tangga, air yang telah tercemar kemudian tidak dapat lagi digunakan sebagai penunjang kehidupan manusia, akan menimbulkan dampak sosial yang sangat luas dan membutuhkan waktu yang lama untuk pulih kembali, walaupun air tersebut dibutuhkan untuk banyak kebutuhan rumah tangga. Air tidak dapat digunakan untuk keperluan industri, jika air tersebut tercemar tidak dapat digunakan untuk keperluan industri, maka upaya peningkatan kehidupan manusia tidak akan tercapai. Air tidak dapat digunakan untuk pertanian, karena airnya tercemar, tidak dapat digunakan untuk irigasi, untuk irigasi di sawah dan kolam pemancingan, karena adanya senyawa anorganik yang menyebabkan perubahan pH air secara drastis.

Dampak pembuangan sampah organik yang berasal dari kegiatan rumah tangga, sampah organik yang terdegradasi oleh mikroorganisme akan menimbulkan bau yang tidak sedap (busuk) akibat penguraian sampah menjadi lebih kecil disertai keluarnya gas-gas yang berbau tidak sedap. Sampah organik yang mengandung protein akan menghasilkan bau yang tidak sedap (lebih busuk) karena protein yang mengandung gugus amina akan terurai menjadi gas amoniak. Dampak bagi kesehatan dapat menimbulkan dan menimbulkan penyakit, potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah : diare dan tikus, penyakit ini terjadi karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat. Penyakit kulit seperti kudis dan kurap.

Pembuangan sampah yang tidak diurus dengan baik akan mengakibatkan masalah besar, karena penumpukan sampah atau membuangnya sembarangan ke kawasan terbuka akan mengakibatkan pencemaran tanah yang juga akan berdampak ke saluran air tanah. Demikian juga pembakaran sampah akan mengakibatkan pencemaran udara, pembuangan sampah ke sungai akan mengakibatkan pencemaran air, tersumbatnya saluran air dan banjir.

Dampak limbah rumah tangga yang dibuang secara sembarangan akan mengakibatkan terhadap penurunan kualitas air dan tidak dapat dipergunakan lagi. Dampak lain seperti pembuangan limbah sampai ke air laut akan terjadi perubahan terhadap air laut maka kehidupan air laut akan terancam punah. Diperlukan adanya penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran lingkungan hidup serta memberikan sanksi yang berat.