Mahasiswa KKN Tematik Unram di Desa Pengadangan Gelar Pelatihan Membuat Selai

Desa Pengadangan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Desa ini memiliki beragam potensi hasil pertanian yang begitu melimpah dan menyebabkan sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani.

Salah satu hasil pertanian yang dimiliki Desa Pengadangan adalah buah tomat. Harga jual tomat yang terkadang menurun menyebabkan para petani lebih memilih membiarkan tomatnya membusuk di lahan pertanian. Padahal tomat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Adapun varian rasa lain yaitu selai pepaya. Pepaya digunakan karena mudah ditemukan di pasaran dan harganya yang sangat murah. Untuk mempertahankan komoditas tomat dan meningkatkan minat atau daya konsumsi masyarakat, mahasiswa KKN Tematik Unram 2021-2022 mengusulkan pembuatan selai tomat dan pepaya sebagai program kerja.

Tim KKN Tematik UNRAM Desa Pengadangan yang beranggotakan 12 orang ini mengadakan pelatihan pembuatan selai tomat dan pepaya pada Rabu, 02 Februari 2022 yang diselenggarakan di Posko KKN. Pelatihan tersebut menghadirkan anggota PKK perwakilan dari 13 Dusun dan juga pemuda dari Karang Taruna Jungkat Sakti Desa Pengadangan.

Tari Utami sebagai koordinator program kerja ini menjelaskan, pembuatan selai tomat dan pepaya sangat mudah, tidak membutuhkan waktu yang lama dan bahan yang dibutuhkan juga mudah dicari mengingat potensi tomat di desa ini sangat melimpah.

Pelaksanaan program kerja ini disertai dengan pemberian sampel selai ke peserta yang mengikuti pelatihan.

“Kalau saya pribadi, lebih suka selai pepaya soalnya kalau selai tomat dia lebih asem. Mungkin pengaruh dari tomat itu sendiri kan lebih asem dari pepaya, gitu mungkin,” ujar Nia, yang merupakan salah satu peserta pelatihan.

Diharapkan dengan adanya program kerja ini dapat menginspirasi dan memberikan informasi kepada peserta pelatihan mengenai pemanfaatan tomat dan pepaya yang sebelumnya jarang diolah. Sehingga terciptalah olahan baru yang dapat dijadikan ide usaha sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Pengadangan di masa pandemi ini.