Mahasiswa KKN Tematik Unram Bantu UMKM Mati Suri di Desa Seriwe Lombok Timur
LOMBOKita – Desa Seriwe merupakan salah satu desa yang menjadi bagian dari Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur yang dikenal sebagai desa penghasil komoditas rumput laut terbesar di Pulau Lombok.
Sebagian besar masyarakat di Desa Seriwe bermatapencaharian sebagai petani rumput laut dan nelayan. Akan tetapi, kebanyakan dari masyarakat Desa Seriwe hanya menjual rumput laut dalam bentuk rumput laut kering, padahal akan lebih menguntungkan jika masyarakat mengolahnya menjadi produk olahan setengah jadi ataupun produk olahan jadi mengingat bahwa rumput laut memiliki kandungan seperti karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral termasuk magnesium, mangan, yodium, kalium, sodium, kalsium, folat, zat besi, dan tembaga, dalam jumlah yang cukup tinggi. Sehingga memiliki manfaat mendetoksifikasi tubuh, memperlambat pertumbuhan sel kanker, menjaga asupan air dalam tubuh dan menjaga kesehatan pencernaan.
Melihat potensi tersebut, hanya ada satu UMKM yang menyadari peluang pasar olahan rumput laut. Ibu Sulis yang merupakan Ketua UMKM pengolahan rumput laut di Desa Seriwe menuturkan “ide untuk mengolah rumput laut menjadi berbagai macam produk olahan ini berawal dari banyaknya rumput laut yang dihasilkan oleh petani rumput laut di Desa Seriwe, namun tidak ada masyarakat yang mencoba mengolahnya menjadi produk setengah atau produk jadi yang tentunya memiliki nilai jual yang lebih tinggi jika dibandingkan hanya menjual rumput laut dalam bentuk rumput laut kering ke pengepul.
“Disini, kami memproduksi rumput laut menjadi berbagai macam produk olahan, yaitu dodol rumput laut, kerupuk, rengginang, dan kue kering,” kata Sulis.
Untuk olahan Dodol Rumput Laut prosesnya; petama, siapkan bahan (rumput laut, gula, glukosa, pewarna makanan, vanili, karagenan) dan alat (wajan, saringan, spoon, loyang, oven), kemudian rendam rumput laut semalaman lalu ditiriskan esok paginya.
Setelah itu, rebus air hingga mendidih dan masukkan rumput laut yang sebelumnya telah direndam. aduk rumput laut tersebut hingga hancur dan menyatu dengan air. Ketika rumput laut sudah cukup hancur, akan dimasukkan glukosa dan diaduk lagi sampai mengental. Jika dirasa kekentalannya sudah pas, adonan tersebut dituangkan pada cetakan lalu dibiarkan hingga dingin.
Selepas dodol mendingin, dodol tersebut akan dipotong berbentuk persegi panjang kemudian akan dipindahkan ke nampan lalu dimasukkan dalam lemari penyimpanan dengan suhu ruangan selama satu jam penuh. selanjutnya dodol akan dijemur dibawah matahari yang mana proses ini membutuhkan waktu dua sampai tiga hari. Saat dodol telah mengering, proses akan berlanjut ke pengemasan menggunakan plastik dan kawat twist. Terakhir, dodol yang telah di bungkus, dimasukkan kedalam tube kemasan.
Untuk olahan Kerupuk Rumput Laut, prosesnya rumput laut direbus dan semua bumbu (bawang putih, merica, garam, gula, penyedap rasa) di satukan, lalu di haluskan. setelah di rebus, kemudian rumput laut diblender hingga lalus dan dicampurkan dengan tepung tapioka, juga bumbu yang sudah halus tadi. selanjutnya adonan di kukus, ditunggu hingga matang dan didiamkan sampai mengering. ketika proses diatas telah selesai semua, layer-layer kerupuk tersebut di iris dan dijemur sampai kering.
“Akan tetapi, usaha kami masih mengalami kesulitan dalam hal modal dan pemasaran, sehingga usaha kami ini bisa dikatakan sering kali mengalami pasang surut dalam memproduksi olahan rumput laut dan berdampak pada pemasaran yang tidak berjalan secara berkelanjutan.” tambahnya.
Hal ini semakin diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang membuat UMKM ini seakan-akan mati suri.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN Tematik Unram berinisiatif untuk membantu UMKM ini, yaitu dalam hal produksi hingga promosi. Seperti yang di katakan oleh ibu sulis bahwa UMKM yang ia kelola masih kesulitan dalam hal pemasaran.
Melihat dari masalah tersebut mahasiswa KKN Tematik Unram membantu UMKM ini dengan cara membuatkan kemasan yang menarik untuk produk olahan Dodol Rumput Laut dan juga memberikan inovasi pada olahan kerupuk rumput laut berupa berbagai macam rasa sampai proses packaging, serta mengaktifkan kembali akun E-commerce (Shoope) UMKM yang telah lama tidak aktif digunakan.
“Untuk menunjang promosi dan pemasaran, kami membantu UMKM Ibu Sulis untuk membuat kemasan yang unik dan menarik untuk produk olahan Dodol Rumput Laut dengan menggunakan kemasan berbentuk toples, yang kemudian diberikan stiker dan juga thank you tag.” kata Datin, salah satu mahasiswa KKN Tematik Unram 2021.
Dan untuk olahan Kerupuk Rumput Laut yang biasa diproduksi dengan rasa original, para mahasiswa ini kami punya inovasi untuk mengolahnya menjadi kerupuk dengan inovasi tambahan berbagai macam rasa, antara lain ada rasa balado, ayam panggang, dan jagung yang dikemas dalam kemasan ziplock.
“Dan setelah semuanya jadi, kami akan bantu promosikan melalui media sosial yang kami punya seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp,” tambah Zuyyina, mahasiswa KKN Tematik Unram lainnya.
Ketua KKN Tematik Unram Desa Seriwe Syukroni berharap, semoga bantuan yang diberikan itu bisa bermanfaat bagi UMKM ini agar bisa menjadi yang lebih maju dan bisa menjalankan usaha secara berkelanjutan dan juga bisa menjadi motivasi bagi masyarakat sekitar agar mau memanfaatkan potensi yang ada di daerahnya.
