Mahasiswa KKN-PMD Unram Desa Teruwai Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini

LOMBOKita – Tingginya angka pernikahan dini membuat masyarakat desa terkhusus Kepala Desa dan Kepala Dusun menjadi resah karena anak-anak usia 13-18 tahun sudah ada yang menikah bahkan usia Sekolah Dasar.

Kepala Desa juga khawatir akan terjadinya kasus stunting pada anak. Selain itu, tingkat putus sekolah di Desa Teruwai cukup tinggi karena masih maraknya pernikahan dini.

Sebagian besar masyarakat di Desa Teruwai masih beranggapan bahwa pendidikan tinggi tidak menentukan kesuksesan seseorang, serta dengan alasan untuk menghindari zina kebanyakan orang tua mengizinkan anak-anaknya yang masih remaja untuk menikah. Kemajuan teknologi seperti gadget juga sangat berpengaruh terhadap pernikahan dini.

Maka dari itu, KKN-PMD Desa Teruwai Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah melakukan sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dengan sasaran peserta remaja.

Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini ini dilakukan di dua sekolah yaitu SMAN 2 Pujut dan SMPN 3 Pujut dan berlangsung selama 2 hari yaitu pada hari Kamis (13/7) untuk SMA dan Senin (17/7) untuk SMP.

Para siswa peserta sosialisasi pencegahan pernikahan dini / foto: Ist

Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa kelas XI dan XII untuk SMA sedangkan di SMP pesertanya perwakilan 3 orang dari semua kelas.

Terlihat antusias peserta cukup tinggi mengikuti acara sosialisasi itu sejak mulai hingga selesai. Hal itu terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan para peserta.

Dalam sambutannya, Muhammad Rune, S.H selaku Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Pujut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hal yang positif dan perlu didukung oleh semua siswa yang ada di sekolah.

Kegiatan itu, menurut Muhammad Rune, sangat berarti dan bermanfaat bagi para siswa dan berharap agar hasil dari kegiatan teesebut benar-benar bisa dirasakan oleh para siswa, baik yang mengikuti secara langsung maupun siswa yang lainnya.

“Jadi siswa yang mengikuti kegiatan ini wajib meneruskan dan berbagi materi yang diterimanya kepada para siswa lainnya,” pesan Rune.

Sedangkan H. Agus Aman selaku Wakasek Kesiswaan pada SMPN 3 Pujut menyampaikan remaja harus belajar bertanggungjawab dalam bergaul, memilah kegiatan yang bermanfaat maupun tidak, serta menghindari terjadinya perkawinan anak atau perkawinan dini.

Kata H. Agus Aman, para remaja harus mengerti bahwa perbuatan seksual sebelum waktunya sangat beresiko dan salah secara aturan agama dan secara sosial serta secara ekonomi.

Pemateri dalam sosialisasi tersebut adalah Baiq Amalia Asri Dewi yang merupakan Duta Genre Lombok Tengah, Ni Putu Arina dan Kiswarini Malinda yang merupakan Duta Pendidikan NTB 2022.

Pemateri pada sosialisasi tersebut menyampaikan materi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja, Stunting dan Bahaya Penyakit Menular seksual bagi remaja, Dampak Pernikahan Dini, serta solusi untuk mencegah pernikahan dini.

Remaja di bawah umur masih belum siap untuk menikah sebenarnya, karena organ reproduksinya belum siap untuk menerima kehamilan dan rawan terkena kanker serviks, anemia dan pertumbuhan janin yang terganggu.

Sosialisasi ini dilakukan agar para siswa mendapat pemahaman tentang pentingnya pendidikan dan dampak negatif pernikahan dini.

“Ketercapaian dari program kerja ini adalah masyarakat khususnya remaja mengetahui dampak pentingnya Pendidikan dan dampak negative pernikahan dini, faktor penyebab putus sekolah dan pernikahan dini, solusi agar dapat meneruskan Pendidikan, dan pengetahuan umum tentang usia aman menikah sehingga masyarakat dapat mencegah pernikahan dini serta dapat menyadari pentingnya pendidikan,” ucap Haikal selaku Ketua KKN Desa Teruwai.

“Semoga dengan adanya program ini mampu mengubah pemikiran siswa agar semakin peduli terhadap pendidikan dan banyak yang tidak putus sekolah,” harap Kepala SMPN 3 Pujut.