Lotim Terapkan Awik-Awik di Pantai Ekas Untuk Atur Peselancar
LOTIM LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Pariwisata, telah memulai menerapkan aturan ketat (awik awik) bagi wisatawan, khususnya peselancar, yang berselancar di kawasan Pantai Ekas kecamatan Jerowaru.
Awik awik tersebut, dibuat untuk melindungi kepentingan ekonomi lokal, termasuk hotel dan homestay di kawasan Ekas.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat, pembuatan awik awik ( aturan ) bagi peselancar merupakan hak penuh Lotim sebagai pemilik wilayah, dan pihak lain untuk tak intervensi.
” Lombok Timur membuat aturan, kenapa justru ada yang melakukan intervensi? Karena kita ingin melakukan pembenahan di ekas ” katanya, seraya mengatakan, memang secara teritorial wilayah Provinsi, tetapi pemanfaatan ekonomi ada di Lotim
Dikatakan Widayat, aturan dalam bentuk awik-awik tersebut telah mulai di terapkan Pemkab Lotim. ” Awik-awik ini lebih cepat pelaksanaannya dan sudah berjalan efektif,” tegasnya.
Diantara isi awik-awik ( aturan ) tersebut diantaranya, mewajibkan wisatawan yang datang melalui laut untuk melepas jangkar di Pantai Ekas. Tujuannya untuk mengontrol jumlah peselancar agar tidak melebihi daya tampung ombak.
“Kami tidak ingin ombak yang sempit ini dipadati ribuan peselancar. Itu akan mengurangi kenyamanan, makanya kita atur” jelasnya.
Selain itu, kebijakan ini juga melindungi bisnis akomodasi di Ekas, seperti hotel dan homestay, yang mengandalkan wisatawan berdurasi lama.
Lebih lanjut Widayat menekankan, kalau karakter wisatawan di Ekas berbeda dengan destinasi lain. Turis yang datang hanya untuk main ombak, bukan untuk santai. Hal itu berdasarkan data kunjungan turis yang ke Ekas.
“Tidak ada turis yang menginap cuma satu atau dua hari, tetapi minimal 10 hari, bahkan ada yang sampai setahun. Karena mereka ke Ekas itu bukan untuk istirahat tetapi berselancar,” ujarnya.
Dampak dari pelaksanaan awik-awik ini sudah terlihat signifikan. Tingkat okupansi hotel di kawasan Ekas meningkat sangat tinggi . Sejak bulan Oktober pesanan hotel di kawasan Ekas telah penuh pesanan.
Dengan kebijakan ini, Lombok Timur justru diuntungkan. Buktinya, pemesanan hotel dan homestay di Ekas sudah penuh hingga berbulan-bulan ke depan.
“Banyak homestay yang disewa satu tahun penuh. Ini membuktikan bahwa aturan kami tidak merugikan siapa pun, malah mendongkrak ekonomi lokal,” sebut Widayat.
