Lombok Waspada, Vulkanik Gunung Agung 18 KM/Jam
erupsi gunung agung, semoga situasi kembali normal, kita doakan buat sodara-sodara kita di bali. alfatihah. pic.twitter.com/24Ofb6cA97
— Muannas Alaidid, sh, ctl (@muannas_alaidid) November 26, 2017
Kepala BPBD NTB H. Muhammad Rum juga menginstruksikan BPBD Kabupaten Lombok Barat, BPBD Kabupaten Lombok Utara, dan BPBD Kota Mataram untuk terus melaporkan situasi dan kondisi di wilayahnya.
Seluruh kepala BPBD se-Pulau Lombok juga diminta memastikan ketersediaan masker dan mengantisipasi gelombang pengungsi dari Bali.
Berdasarkan data BPBD NTB, stok masker yang tersedia sebanyak 55.000 lembar. Dari jumlah tersebut, akan didistribusikan ke Kabupaten Lombok Barat sebanyak 10.000 lembar, sedangkan di Kabupaten Lombok Utara masih tersedia 10.000 masker.
Jumlah masker yang tersedia saat ini sangat dari cukup karena idealnya stok yang harus ada sebanyak 500.000 lembar. Oleh sebab itu, peran dari berbagai pihak, termasuk swasta, sangat dibutuhkan untuk menyediakan masker.
Masyarakat juga disarankan menyediakan masker secara mandiri sebagai alat pelindung dari menghirup udara tidak sehat dan abu vulkanis yang disebabkan letusan Gunung Agung.
Mengganggu Kesehatan Manusia Letusan gunung berapi disertai semburan abu vulkanis ke udara berpotensi mengganggu kesehatan manusia, terutama saluran pernapasan (paru), iritasi mata dan penyakit kulit.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara Khairul Anwar, debu vulkanis bisa menyebabkan gangguan organ pernapasan dan hidung pada manusia dan hewan jika dihirup secara terus-menerus. Hal ini termasuk polusi udara.
Penyakit lain yang bisa ditimbulkan oleh abu vulkanis adalah iritasi mata dan gangguan pada kulit manusia. Kondisi tersebut sangat rentan terjadi pada manusia yang jaraknya relatif dekat dengan pusat letusan gunung berapi.
