Lapas Selong Perketat Pengawasan Terhadap Warga Binaan Yang Dipekerjakan dii Lokasi Asimilasi Menangani Baris

Keterangan FOTO : Kalapas kelas II B Selong Ahmad Zainudin ( baju biru) didampingi Humas Lapas Ahmad Supandi

LOTIM LOMBOKita – Pasca terjadinya kasus adanya warga binaan Lapas Selong, yang ditugaskan di lokasi asimilasi Menangani Baris Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur ,yang ditemukan tewas Diwilayah Sikur, guna mengantisipasi terjadinya kasus serupa, warga binaan yang diperbantukan di lokasi asimilasi, telsh ditarik kembali menjadi penghuni ruangan di Lapas Selong.” Ya kita kecolongan dengan kejadian ini, ” ungkap Kalapas Selong Ahmad Zainuddin didampingi Humas Lapas Ahmad Supandi, dikantornya, Senin (28/4).

Warga binaan (WB) yang di temukan tewas tersebut, menurut Ahmad, merupakan Narapidana tersangkut kasus Jambret, dengan vonis hukuman dari 3 tahun Lima bulan, dan telah menjalani hukuman satu tahun setengah, dan korban ditempatkan di lokasi asimilasi untuk perbantuan sementara. Tetapi tiba tiba mendapat informasi korban ditemukan meninggal dunia di wilayah Sikur.

” Yang jelas dalam kasus ini, korban melarikan diri dari lokasi asimilasi, bahkan petugas bersama warga binaan yang berada di lokasi asimilasi, saat pengecekan dilakukan korban tidak ada,langsung di lakukan pencarian, tetapi tidak ditemukan, “katanya. Dan justru keberadaan korban diketahui setelah adanya laporan dari polisi yang menemukan korban dalam kondisi tewas di wilayah Tetebatu.kecamatan Sikur.

” Sebelum ditemukan tewas, korban baru empat hari berada di lokasi asimilasi,” jelasnya. Terkait penyebab kematian korbanpun pihaknya tak mengetahui. ” Penyebab kematian korban kami tidak tahu, itu tugas kepolisian, yang jelas korban telah melarikan diri dari lokasi asimilasi ,” jelasnya.

Terhadap kasus inipun Lapas tak menampik, adanya kejadian ini, bentuk dari kelalaian pihaknya, bukan mencari pembenar, dari 25 warga binaan yang ada di lokasi asimilasi hanya di awasi oleh dua orang petugas. Yang bekerja dengan cara bergiliran. ” Ini keterbatasan sebagai manusia,” sebut Supandi.

Adanya kejadian ini, menurut Kalapa,, pengawasan dilokasi asimilasi mulai perketat, bahkan akan menambah petugas, “, melihat jumlah petugas yang sedikit, para petugas saat bekerja selalu banyak berdoa, dengan harapan warga binaan tidak melakukan hal hal yang tak diinginkan.,” katanya, apalagi orang orang yang diawasi di Lapas ini semua orang orang yang bermasalah.

” Warga binaan yang diperbantukan di lokasi asimilasi semua telah ditarik kembali menghuni Sel Lapas,” sebutnya. Warga binaan yang tempatkan di dilokasi asimilasi, mereka dipeerjakan di bidang pertanian (palawija) dan peternakan.