Kurang Pengawasan Orang Tua, Anak Umur 8 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam
LOTIM LOMBOKita – Innalillahi, naas nasib Zainul Majdi (8) siswa salah Satu SD di Desa Borok Toyang kecamatan Sakra Barat Lombok Timur, ditemukan mengapung di embung Toyang oleh salah seorang warga yang melintas di TKP, dalam kondisi tak bernyawa, Minggu (25/2) sekitar pukul 18.30 Wita.
Akibat kurang pengawasan orang tua, korban pagi hari meninggalkan rumah untuk pergi bermain main dengan teman sebayanya, namun hingga siang korban tak ada pulang, dan membuat orang tua korban gelisah, kakak korban yang ditanyapun tak menegetahui kemana adiknya bermain. Dan orang tuanyapun mencari korban kesana kemari namun tak ditemukan, dan orang tuanyapun pergi kesawah
Tak dinyana, karena sudah dicari kesana kemari, tiba tiba mendemgar ada penemuan anak tenggelam di embung Toyang, orang tua korban yang masih berada disawah, merasa perasaan tak enak mengingat anaknya belum pulang, langsung pulang.
Bak di sambar petir, orang tua korban, menemukan banyak orang di rumahnya, ternyata yang meninggal tenggelam tersebut adalah anaknya yang lelah dicari sejak siang hari.
Korban di temukan salah seorang warga yang melintas di TKP, dan melihat tubuh korban mengapung, langsung memberikan pertolongan, setelah itu memberitahukan warga.
Warga yang mendengar informasi langsung mendatangi TKP, karena korban sudah taj bernyawa langsung dibawa pulang oleh warga, untuk proses pemakaman.
Kapolsek Sakbar melalui Kasi Humas Polres Lotim,Iptu Nicolas Oesman yang dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan warga terkait kasus tenggelamnya bocah 8 tahun di embung Toyang kecamatan Sakbar tersebut.
“Saat menerima laporan, anggota Polsek langsung meluncur ke TKP dan lakukan olah TKP,” ucapnya. Sementara korban sudah dibawa pulang warga ke rumahnya.
Saat akan dilakukan otopsi. Pihak keluarga menolak, mereka menerima kejadian tersevut sebagai musibah,
” pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi, kematian korban diterima sebagai musibah,” sebut Nicola. Seraya berpesan kepada orang tua agar mengawasi anaknya yang masih kecil saat bermain, guna menghindari terjadinya hal seperti kasus yang dialami Zainul Majdi siswa SD tersebut.
