Keterampilan Menulis Materi Unit Terakhir Pelatihan Literasi

LOMBOKita – INOVASI melalui program rintisan PELITA (Peningkatan Kualitas Pembelajaran Literasi Kelas Awal) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) melaksanakan pelatihan unit terakhir dari tujuh unit modul pelatihan literasi. Kegiatan ini berlangsung di dua gugus yakni di Pemenang dan Gangga, Sabtu (30/3/2019).

Keterampilan menulis merupakan salah satu komponen utama dari kemampuan literasi dan penting diajarkan kepada anak didik sejak tingkat pendidikan dasar. Dalam hal ini guru memegang peranan penting dalam mengajarkan siswa tentang penulisan huruf, kata, kalimat dan ejaan yang benar.

Sama seperti di empat kabupaten dampingan lainnya, INOVASI di Nusa Tenggara Barat (Lombok Tengah, Bima, Dompu, Sumbawa Barat), pelatihan tentang keterampilan menulis menjadi materi unit terakhir dari pelatihan literasi.

Syamsul Luthfi Caleg DPR RI Partai Nasdem Dapil Pulau LombokDi Lombok Utara, pelatihan ini berlangsung sejak November 2018 setelah sempat tersendat pelaksanaannya karena gempa yang mengguncang kabupaten ini dan wilayah lainnya di NTB tahun lalu. Dengan kondisi yang ada, INOVASI bersama pemangku kepentingan dan mitranya di KLU mencoba menyesuaikan pelaksanaan program dengan kondisi dan kebutuhan sebagai dampak gempa yang terjadi.

Tema modul literasi yang sudah dilatihkan kepada peserta pelatihan berjumlah 80 orang yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas dari 20 SD/MI adalah Apa dan Mengapa Literasi, Big Book, Kesadaran Fonologis, Membaca Kata, Kelancaran Membaca, dan Membaca Pemahaman.

Eko Andrian, salah seorang fasilitator daerah (Fasda) di Lombok Utara berharap agar pemerintah kabupaten mendukung penyebarluasan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai upaya untuk mempromosikan praktik-praktik baik yang telah terlaksana dan pada akhirnya mendukung peningkatan hasil pembelajaran siswa di KLU.

“Harapan saya, pemerintah benar-benar mendukung, baik itu melalui program-program yang bisa dituangkan dalam KKG (Kelompok Kerja Guru) atau juga bisa melalui pelatihan-pelatihan yang dikhususkan pada materi ini (literasi). Sebagai Fasda, kami akan mencoba terus meneruskan yang dimulai dari sekolah masing-masing dan berkoordinasi dengan pengawas untuk menularkan pada gugus lain,” ujarnya.

Pelatihan ini memberi dampak dalam peningkatan keterampilan dan pengetahuan para guru dan memberi kesadaran kepada para pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk terus mengupayakan kualitas pendidikan. Seperti pengalaman salah seorang guru, Zulfah, seorang guru dari SDN 6 Malaka yang menceritakan pengalamannya mengikuti pelatihan literasi melalui program INOVASI.

“Betapa INOVASI ini memberikan dampak positif buat saya pribadi dan juga mungkin bagi teman-teman yang lain. Pada awalnya saya gagap komputer dan tidak bisa mengoperasikan laptop. Tapi dengan adanya INOVASI, menuntut saya untuk (paham) semua itu. Dengan mengetik rencana pembelajaran, membuat LK (Lembar Kerja), membuat Big Book baik menggambar sendiri atau pun men-scan gambar-gambar yang ada di buku untuk menjadi Big Book. Alhamdulillah, saya bisa. Saya merasa itu tuntutan yang harus saya penuhi, dan itu salah satu motivasinya datang dari INOVASI.”

Pengetahuan dan keterampilannya meningkat juga berkat bimbingan dan pengawasan dari para Fasda.

“Terima kasih juga semua Fasda terutama untuk Fasda yang membimbing saya, Bapak Dewa. Bapak Dewa detil sekali dalam membimbing. RPP lampiran awal sampai akhir harus ada, harus lengkap. Itu bukan beban bagi saya tetapi saya harus belajar. Memang kita semua guru sudah terbiasa membuat RPP, tetapi yang lengkap dan yang baik itu seperti apa, saya dapatkan sekarang. Sekarang saya bisa mandiri”.

H. Irzani, Calon Anggota DPD RI Dapil NTB
Program INOVASI tahap pertama didesain untuk berakhir masa pengimplementasiannya pada akhir tahun ini. Namun, ada harapan dari mitra-mitra INOVASI di wilayah dampingan termasuk di KLU untuk program ini tetap dilanjutkan dengan berdasar pada masih perlu ditingkatkannya kemampuan literasi siswa di KLU.

“Program ini dilanjutkan. Lompok Utara masih memerlukan program ini. Masih banyak sekolah-sekolah, anak-anak kita di pelosok-pelosok dengan kemampuan literasi yang sangat rendah. Kita memang masih urutan ke 64 dari 72 negara berdasarkan tes PISA. Jadi hasil penilaian siswa secara internasional terhadap literasi, numerasi kita urutan ke-64 dari 72 negara. Di bawah Thailand, Laos, Kamboja. Kita (akan tetap) di bawah mereka, kalau kita katakan program INOVASI dihentikan. Berdasarkan data itu, ini harus dilanjutkan. Program ini dilanjutkan untuk Lombok Utara sehingga ada inovasi-inovasi untuk pembelajaran,” ucap Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Lombok Utara, Dr. Fauzan, M.Pd, menutup secara resmi pelatihan literasi di Lombok Utara.

Harapan senada juga disampaikan oleh Zulfah mewakili guru-guru yang telah mengikuti pelatihan dan merasakan dampaknya dalam peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar di kelas, khususnya di bidang literasi. Tak lupa, Zulfah menyampaikan agar para guru dan peserta lainnya terus berinovasi dan bersemangat untuk menyebarluaskan ilmu yang telah mereka peroleh kepada rekan-rekan yang lain.

“Kesan saya yang kedua, kegiatan ini diperpanjang. Karena apa? Karena dengan kegiatan ini saya mendapat ilmu-ilmu yang baru. Mungkin apa yang kita dapatkan ini mirip dengan apa yang sudah kita lakukan. Cuma dengan adanya INOVASI ini, kegiatan itu bisa kita lakukan dengan teratur, terarah dan berkesinambungan. Pesannya bagi kita yang sudah mengikuti kegiatan ini jangan sampai ilmunya berhenti setelah penutupan INOVASI ini, tetapi mari kita terus berinovasi, berkreasi dan kalau bisa kita tularkan ke guru-guru yang lain.”

Saat ini, pemerintah kabupaten dan INOVASI masih terus melakukan diskusi dalam mendorong upaya untuk meneruskan pengimplementasian program di KLU agar program-program INOVASI, tidak hanya literasi tetapi bisa juga menyangkut numerasi dan pendidikan inklusi, dapat diimplementasikan.

“INOVASI bisa berakhir tetapi inovasi pembelajaran harus terus dilakukan lewat dukungan anggaran daerah. Setelah INOVASI selesai di KLU, pemerintah kabupaten sedang merancang untuk membentuk tim inovasi pendidikan di KLU sehingga semua program INOVASI dapat dilanjutkan melalui APBD,” ujar District Facilitator INOVASI di KLU, Anhar Putra Iswanto.

1 Komentar

  1. twenty oktavia

    keterampilan menulis dapat dilatih dan dipelajari, terutama dalam bidang jurnalistik. hal ini diungkapkan oleh Dr. Imron sebagai mantan editor di Jawa Pos. penasaran? informasi selengkapnya, yuk kunjungi link dibawah ini :
    http://news.unair.ac.id/en/2019/08/24/dr-imron-writing-skills-can-be-learned/

Komentar ditutup.