Kelompok KKN-T Unram Desa Setungkeplingsar Adakan Kelas Ibu Hamil dan Pengolahan Bubur Bayam
Cegah Stunting, KKN Tematik Unram Adakan Program Kelas Ibu Hamil dan Pelatihan Pengolahan Bubur Bayam sebagai MT bagi Ibu-Ibu Hamil di Desa Setungkeplingsar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur
Tim KKNT Universitas Mataram Desa Setungkeplingsar Periode Juni – Agustus menggelar program Kelas Ibu Hamil dan Pengolahan Bubur Bayam pada tanggal 25 Juli 2022 yang bertempat di Aula Kantor Desa Setungkeplingsar.
Adapun partisipan yang mengikuti kegiatan ini adalah aparatur desa, kepala dusun, ibu-ibu kader Posyandu, dan tentunya masyarakat sasaran yaitu, ibu-ibu hamil. Untuk menyokong keberlangsungan dan keberhasilan kegiatan ini, Tim KKNT Unram berkolaborasi dengan pihak Puskesmas Kecamatan Keruak. Dalam hal ini, Puskesmas memberikan mandat kepada Ahli Bidan dan Ahli Gizi yaitu, Laili Fitriani, Amd. Keb., dan Moh. Irzan Ardian, Amd. Gz. untuk bertindak sebagai pemateri.
Kelas Ibu Hamil ini merupakan program yang ditujukan kepada ibu-ibu hamil yang memiliki usia kandungan 4 – 36 minggu. Didik Pratama, selaku Ketua KKNT Unram Desa Setungkeplingsar, menerangkan bahwa kegiatan ini terfokus pada pembekalan mengenai perawatan diri semasa dan pasca kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan kehamilan, persalinan dan perawatan nifas, KB pasca kehamilan, dan perawatan bayi baru lahir.
Sedangkan, Pengolahan Bubur Bayam merupakan kegiatan pelatihan atau demo masak tentang bagaimana mengolah bayam menjadi bubur yang bisa dijadikan sebagai makanan tambahan untuk ibu-ibu hamil, bahkan ibu-ibu dengan 1000 HPK.
Didik mengatakan, “Program Kelas Ibu Hamil ini adalah kegiatan sosialisasi sederhana yang dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada Ibu-Ibu Hamil bagaimana merawat dan menjaga kandungan (janin) hingga melahirkan. Sementara itu, Pengolahan Bubur Ayam ini adalah kegiatan pelatihan yang ditujukan tidak hanya untuk ibu-ibu hamil, namun kader Posyandu juga.”
Terkait kehamilan, Laili Fitriani, Amd. Keb., Ahli Bidan, menjelaskan secara sederhana tentang faktor-faktor yang mempengaruhi outcome kehamilan, dan laktasi.
“Outcome kehamilan itu sangat dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu, internal dan eksternal. Faktor internal ini terdiri dari status gizi pra hamil dan kenaikan berat badan semasa hamil, dan jarak kehamilan. Kalau yang eksternal ada rokok, polusi udara, bahkan kondisi sosioekonomi. Semasa kehamilan, ibu-ibu harus menjaga dan merawat pola makanan agar janin mendapatkan asupan gizi yang cukup. Sedang dalam proses laktasi, ibu-ibu hamil harus memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan agar proses maturasi segala sistem dalam tubuh bayi berkembang”, terang Laili.
Kemudian, pelatihan pengolahan makanan bubur bayam langsung dipandu oleh Moh. Irzan Ardian, Amd. Gz., sembari memaparkan manfaat yang dapat diperoleh dari mengkonsumsi bubur bayam tersebut. Pengolahan bubur bayam ini lalu langsung diperagakan oleh Tim KKNT Unram.
“Jadi, kalau kita konsumsi bubur bayam ini, ada banyak hasiat atau dampak positif yang akan didapatkan. Imunitas tubuh jadi meningkat, mengatasi sembelit, mencegah anemia, mendukung pertumbuhan tulang dan gigi janin, menjaga kesehatan mata janin, dan mengurangi resiko cacat lahir.” Jelas Irzan.
Melalui program ini, Pemerintah Desa Setungkeplingsar yang direpresentasikan oleh Sekretaris Desa, Hissalihin, S.Pd., berharap bahwa program ini tidak berhenti hingga di sini.
“Kami berharap, tentu bersama adik-adik KKN Tematik dari Unram, bahwa program seperti ini bisa berkelanjutan. Tidak hanya sekedar seremoni saja, namun ada implementasinya. Terutama, ibu-ibu kader Posyandu bisa memprogramkannya dan menjadi penggerak secara terus menerus. Dengan ini, kita bisa secara masif dan kolaboratif mencegah stunting.” Tegas Hissalihin.
