Kebijakan Refocussing SMK, Membawa Dampak Positif Kemajuan SMK di NTB
LOTIM LOMBOKita – Kebijakan refocussing (penataan jurusan) yang di lakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, membawa dampak positif untuk kemajuan SMK.
” Dampak refoccusing, yang dilakukan Dikbud NTB, berdampak positif terhadap kemajuan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ),” ungkap Kepala Sekolah SMKN 1 Taliwang M Nasir, di sela memantau siswanya yang mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang di gelar di SMKN 1 Selong, Selasa (6/6) lalu.
Hal ini terbukti dengan tingginya minat siswa Menengah Pertama yang mendaftar di SMK, seperti yang dialami SMKN 1 Taliwang,
” SMKN 1 Taliwang memiliki 9 jurusan yang berbasis pada kegiatan industri, 3 jurusan yang paling di minati, yaitu jurusan Teknik Alat Berat (TAB), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) dan Teknik Industri,” katanya.
Jurusan yang paling diminati jurusan Teknik Alat Berat, jumlah yang mendaftar capai ratusan orang.
“Peminat jurusan TAB cukup besar, dari 500 orang pendaftar yang telah mendaftar 200 orang,” sebutnya, padahal kuota untuk jurusan tersebut hanya 32 orang.
Tngginya minat pendaftar tersebut, menurut Nasir cukup beralasan, karena di wilayah Sumbawa Barat memiliki industri berskala besar,seperti industri pertambangan yang dilakukan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
Dan jurusan TAB menjadi primadona di KSB, apalagi dengan tengahnya dibangun Smelter (tempat pengolahan, red) hasil tambang yang dikelola oleh perusahaan besar, seperti PT Trakindo dan PT Reksa usaha mandiri.
“Kami juga sudah bekerjasama dengan perusahaan itu, dan langsung pihak perusahaan memberikan pendampingan kepada siswa, sehingga semua terserap untuk bekerja di industri itu,” ungkapnya.
Dirinya juga menyebut, ketersediaan jurusan yang relevan dengan masifnya industri di KSB itu sangat mendukung keberlanjutan dari SMKN 1 Taliwang sebagai sekolah yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Proyeksi jurusan dengan industri yang relevan di KSB sangat membantu kami dalam mengembangkan SMKN 1 Taliwang sebagai salah satu sekolah berstatus BLUD dari 11 yang ada di NTB ini,” tuturnya.
Selain itu kata dia, selain lulusan yang terserap di dunia industri. Berdasarkan tracking (penelusuran, red) lulusan, didapatkan data jika banyak lulusan SMKN 1 Taliwang yang menjadi wirausaha, dengan beragam jasa usaha, utamanya usaha industri perbengkelan.
Hasil tracking yang kami lakukan, diketahui 12 persen lulusan kami menjadi wirausaha, yang relevan dengan jurusannya. Itu juga merupakan salah satu barometer dari keberhasilan kebijakan refocussing jurusan itu,” tandasnya.
