Kasus Stunting Di Lotim Turun 11 Persen

Keterangan FOTO: Wakil Bupati Lotim HM Edwin Hadiwijaya

LOTIM LOMBOKita – Wakil Bupati Lombok Timur menyambut baik penurunan kasus stunting di Lombok Timur cukup signifikan. Penuturan mencapai 11 persen dari 33 persen .

” Kalau melihat data yang di keluarkan Pemprov NTB, penurunan kasus stunting di Lotim cukup besar, dari 33 persen ke angka 22 persen, ” Ucapnya di ruang kerjanya, Rabu (28)/1).

Dikatakan Edwin, kalau merujuk pada aplikasi ahli gizi yang dimiliki Lombok Timur mendata jumlah kasus stunting di Lotim di tahun 2024, sebesar 15,9 persen, tetapi data rilis Pemprov sebesar 33 persen.karena Pemprov melakukan survei mengunakan beberapa sumber data. Tetapi itu tidak masalah.

” Agar kasus stunting, cepat tertangani, Pemrov di harapkan ikut membantu Lotim, ” Sehutnya, karena bagaimanapun pendudukan Lotim besar dibanding kabupaten lain.

“Kita berharap Pemrov memberikan pendampingan lebih ke Lotim, kalau Pemprov ingin mengnolkan kasus stunting, ” Katanya. Karena 25 persen penduduk NTB ada di Lotim.

” Dengan kerja bareng, dan pemprov memberikan perhatian khusus untuk kasus stunting, disamping pemkab sebdiri, kasus stunting di NTB dapat tertangani dengan baik, ” Sebutnya. Bahkan dalam waktu dekat terkait kasus stunting dari pempus yaitu kementerian Kesehatan akan melakukan analisi di dua kecamatan di Lotim. Untuk dijadikan sampel.

“Dalam menekan kasus stunting ini, ditahun ini pemkab Lotim meningkatkan kerjasama dengan semua pihak, bahkan hingga tingkat desa, ” Sebutnya.