Geger. Kakek 70 Tahun di Lotim, Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Sumur

Keterangan FOTO : Tim SAR Lotim mengevaluasi kakek 70 tahun y yang terjatuh ke dalam sumur berkedalaman 15 meter

LOTIM LOMBOKita – Geger. Kakek berumur 70 tahun dengan identitas Samad alias Amaq Sar’i. Warga Desa Padak Goar, Kecamatan Sembelia, Kabupaten Lombok Timur ditemukan sudah tak bernyawa di dalam sumur berkedalaman 15 meter, di halaman rumahnya, dengan posisi mengapung, Senin (10/1) sekitar pukul 23.00 Wita.

Pihak keluarga, yang menemukan korban tak bernyawa di dalam sumur, langsung melaporkan kejadian ini ke pihak pemerintah desa, kepolisian termasuk tim SAR.

Aparat kepolisian bersama tim SAR Lotim, saat mendapat laporan langsung menuju TKP, dan melakukan evakuasi korban yang terjatuh dan meninggal dalam sumur, dan kasus dalam penanganan pihak berwajib.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum korban ditemukan sudah tak bernyawa, istri korban bersama anaknya, yang melihat korban tidak ditemukan dirumah, mereka lelah mencari korban, bahkan korban dicari sampai desa tetangga, namun tak ditemukan juga.

Istri korban pulang bersama anaknya, dan mencari korban seputaran rumahnya. Saat melihat kedalam sumur menggunakan lampu, istri korban kaget bak disambar petir. Ia melihat tubuh suaminya dalam kondisi tak bergerak terapung di dalam sumur yang berkedalaman 15 meter tersebut.

Istri dan anak korban, berteriak meminta tolong warga sekitar, untuk membantu mengevakuasi korban. Kemudian dilaporkan ke aparat keamanan dan Tim SAR, setelah aparat keamanan dan tim SAR tiba di TKP, mayat korban langsung di evakuasi, dan korban dibawa ke rumahnya, keesokan harinya mayat korban dimakamkan.

Pihak keluarga korban mengikhlaskan kepergian korban dengan tidak melakukan visum.

Kapolsek Sambelia melalui Kasi Humas Polres Lotim, Iptu Nicolas Oesman saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terjait, salah seorang warga di Sembelia ditemukan meninggal dunia dalam sumur.

“Laporan warga langsung ditindaklajuti, dengan mendatangi TKP dan melakukan olah TKP, termasuk mengevakuasi korban dari dalam sumur,” ucapnya. Penyebab kematian korban dalam penyelidikan.

Kasus ini pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi, mereka menerima kematian korban, sebagai suatu musibah yang dikuatkan dengan surat pernyataan.