IRIGASI TETES SEBAGAI ALTERNATIF PERTANIAN LAHAN KERING DALAM MENUNJANG PRODUKTIVITAS PANGAN DI DESA SALUT, LOMBOK UTARA
Produktivitas pangan dalam berbagai musim merupakan hal yang vital dalam mempertahankan ketahanan pangan bagi masyarakat.terutama pada musim kemarau dimana ketersediaan air terbatas, sehingga mempengaruhi hasil panen masyarakat.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pemanfaatan pekarangan rumah untuk produksi pangan dan sayuran. Salah satu bentuk pemanfaatan pekarangan rumah untuk produksi pangan dan sayuran adalah dengan menerapkan sistim irigasi tetes (drip irrigation).
Irigasi tetes merupakan irigasi bertekanan rendah dan debit kecil dengan sistim pemberian air diaplikasikan hanya pada daerah sekitar perakaran tanaman melalui sistim penetes (emitter). Irigasi tetes menjadi salah satu alternatif sistim irigasi hemat air yang tepat untuk diterapkan pada lahan kering.
Lahan kering ini terjadi sebagai akibat dari curah hujan yang sangat rendah, sehingga keberadaan air sangat terbatas, suhu udara tinggi dan kelembabannya rendah. Kondisi lahan kering tersebut mengakibatkan sulitnya membudidayakan berbagai produk pertanian.
Faktor primer yang diperlukan tanaman untuk tumbuh adalah media tanam, air, cahaya, angin, dan nutrisi tanaman. Semua faktor yang diperlukan tanaman untuk dapat tumbuh dengan baik tersebut terhambat oleh kondisi daerah lahan kering yang memiliki iklim dan cuaca ekstrim. guna meminimalisir pemakaian air pada sistem pertanain. Salah satu upaya yang dikembangkan adalah Irigasi Tetes yang bisa digunakan meskipun dipuncak musim kemarau saat ini.
Melalui program KKN TEMATIK RUMAH PANGAN LESTARI Universitas Mataram, kelompok KKN Rumah Pangan Lestari Sesa Salut, Kabupaten Lombok Utara menerapkan program irigasi tetes sebagai alternatif produksi pertanian sehingga dapat menopang produktivitas hasil panen masyarakat Dusun Sambik Rindang, Desa Salut.
Dengan mempertimbangkan aspek geografis Desa Salut yang menguntungkan dengan kondisi tanah yang subur, serta cadangan air yang melimpah menjadi potensi yang harus dimanfaatkan dengan baik pada semua kebutuhan produksi dan konsumsi masyarakat sehari-hari. Lombok Utara memiliki dua musim yaitu musim hujan dan kemarau. Agar produksi pertanian tetap stabil dan pertanian masyarakat tetap produktif meskipun pada musim kemarau, irigasi tetes merupakan salah satu sistim pertanian yang dapat diterapkan pada kawasan daerah tersebut.
Melalui program irigasi tetes ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengoptimalisasi daerah pekarangan melalui konsep rumah pangan lestari guna menunjang produktifitas pertanian dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sehari-hari khususnya di daerah Dusun Sambik Rindang Desa Salut.
