Inovasi Pengolahan Pisang untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat
Abstrak
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan proses pembelajaran mahasiswa melalui berbagai kegiatan langsung untuk menjadi bagian dari masyarakat agar aktif dan kreatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Terpadu FKIP, Universitas Mataram bertujuan untuk melatih dan mengolah bahan pangan yang ada di sekitar lingkungan masyarakat.
Salah satunya adalah olahan pisang berbentuk keripik dengan memanfaatkan bunga dan buah pisang. Kegiatan mengolah pisang tersebut untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Menala Lingkungan Batu Ble Balisung Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Bentuk kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan sosialisasi mengenai pengolahan pisang kemudian membentuk kelompok usaha pengolahan pisang di Desa Menala Lingk. Batu Ble Balisung.
Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan menggunakan metode studi literature, observasi, wawancara, praktek langsung, sosialisasi dan browsing internet. Kegiatan ini sangat membantu kelompok usaha terutama wanita dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan, menumbuhkan dan meningkatkan jiwa wirausaha, dari segi keamanan terhadap produk halal, dan meningkatkan kepercayaan konsumen, kemudian dengan adanya sosial media dapat meningkatkan jaringan pemasaran produk secara lebih luas.
Program KKN terpadu ini bertujuan untuk;
- Memperoleh produk olahan pohon pisang
- Terbentuknya kelompok produk olahan pohon pisang (buah pisang dan bunga jantung pisang) yang berkelanjutan
- Memperoleh olahan pohon pisang (buah pisang dan bunga jantung pisang) dalam kemasan yang siap dipasarkan di masyarakat.
KK, Olahan Pohon Pisang, Masyarakat.
Pendahuluan
Kelurahan Menala merupakan suatu kelurahan yang berada di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kelurahan Menala memiliki luas wilayah 204,5 ha. Wilayah kelurahan ini terdiri dari 6 lingkungan yaitu 9 RW dan 29 RT. Kelurahan Menala memiliki banyak potensi mulai dari Sumber Daya Alam (SDA) hingga Sumber Daya Manusia (SDM).
Mata pencarian utama desa ini adalah berternak dan bertani. Di samping potensi yang dimiliki terdapat beberapa problematika diantaranya yaitu rendahnya indeks pendidikan, rendahnya pendapatan masyarakat serta masih kurangnya tingkat kesadaran masyarakat dengan lingkungan.
Stratifikasi sosial dalam lingkungan masyarakat kita dapat dilihat dengan adanya perbedaan yang berlaku dan diterima oleh masyarakat. Perbedaan itu tidak muncul dari sisi jabatan tanggung jawab sosial saja, akan tetapi terjadi akibat pendidikan, kepemilikan harta, kekayaan, pekerjaan, maupun membedakan manusia satu dengan yang lainnya. Keragaman orang yang ada di suatu wilayah mengakibatkan muncul kelas sosial atau pembedaan-pembedaan yang memiliki status sosial yang tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang berstatus sosial rendah. Dengan demikian, stratifikasi sosial di Kelurahan Menala masih bersifat tradisional yang berarti pelapisan masyarakat di Kelurahan Menala masih ada sehingga hal ini sangat mendukung kerukunan masyarakat karena tidak terjadi perbedaan dalam hal memperoleh akses kebijakan dan sumber daya. Hal ini terlihat dari aktivitas-aktivitas di dalam masyarakat Kelurahan Menala seperti gotong royong, membangun rumah, membersihkan saluran air dan lain-lain.
Kelembagaan sosial yang ada di Kelurahan Menala terdiri dari lembaga formal dan non forma. Lembaga formal merupakan lembaga yang di inisiasi oleh pemerintah baik pemerintah desa maupun kecamatan seperti RT, RW, PKK DAN LPM. Sedangkan lembaga non-formal adalah lembaga yang di inisiasi oleh masyarakat seperti LSM, Karang Taruna, Organisasi Masjid Bunda, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), Kelompok Tani dan lembaga lainnya.
Metode Pelaksanaan
Kegiatan program KKN Terpadu memadukan beberapa model pola pemberdayaan masyarakat yang telah populer yaitu model Entrepreneurship Capacity Building model Entrepreneurship Capacity Building (ECB).
Model ini terkait erat dengan kemampuan berwirausaha dari masyarakat dengan model ini diharapkan;
- Memberikan wawasan, sikap, dan keterampilan usaha
- Memberikan peluang
- Memfasilitasi dan
- Monitoring dan mengevaluasi (Kurana, 2008).
Persiapan dan Pembekalan
Persiapan dan pembekalan akan diberikan kepada seluruh peserta yang terlibat dalam program KKN Terpadu. Tahapan ini sangat penting agar seluruh mahasiswa yang terlibat mengetahui secara konsep dan teknis tema yang dilaksanakan sebelum diterjunkan kepada lokasi KKN Terpadu.
Adapun materi penting dalam tahap persiapan dan pembekalan KKN Terpadu yang diberikan kepada mahasiswa yaitu motivasi agar mahasiswa secara keseluruhan memiliki minat dan semangat yang tinggi selamat proses KKN Terpadu berlangsung.
Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan program KKN Terpadu ini yaitu: (1) Sosialisasi program KKN Terpadu pada kelompok dan humas dengan menyatukan persepsi dalam pelaksanaan program, (2) Koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan KKN Terpadu termasuk pemerintah (3) Penyiapan peralatan dan introduksi peralatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh humas, dan (4) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
Monitoring dan evaluasi
Pelaksanaan kegiatan KKN Terpadu ini akan terlaksana dengan baik melalui kerjasama dan partisipasi aktif dari kelompok masyarakat. Setiap kelompok berpartisipasi sebagai kelompok sasaran atau peserta dalam pelatihan yang dilaksanakan dalam program ini. Selain itu, mahasiswa juga berpartisipasi dalam hal penyiapan workshop di lokasi.
Persiapan Pelaksanaan Program
Sosialisasi produk pertama dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2021, di awali dengan penyamaran persepsi dasar yang diikuti oleh Bapak Lurah, Kepala Lingkungan, Kepala RT, kelompok masyarakat dan mahasiswa. Sambutan pertama dari Bapak Lurah Menala (Darmayadi, A.Md) dengan membuka acara sosialisasi. Selanjutnya sambutan dari Bapak Kepala Lingkungan Batu Ble Balisung (Hermansyah), kemudian dilanjutkan oleh mahasiswa KKN dengan menjelaskan materi mengenai produk olahan pisang.
Adapun materi yang disampaikan yaitu terdiri dari 4 pemateri serta peserta dari masing-masing RT. 03, RT. 04, RT. 05, RT. 06 dan RT. 07. Setelah menyampaikan materi, kemudian pembentukan kelompok untuk pembuatan produk olahan pisang. Sosialisasi poduk kedua dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2021, dengan membahas alat, bahan, cara pembuatan produk serta tempat dan waktu pembuatan untuk tiap-tiap RT.
Kegiatan pembuatan produk diikuti oleh RT 05/RW 7 dan RT 03/ RW 07. Pada tanggal 30 Desember 2021, dilaksanakan kegiatan pembuatan produk pada RT 05/RW 07 yang diikuti oleh ibu RT dan warga sekitar yang telah disusun struktur kelompok. Pada tanggal 1 Desember 2021, dilaksanakan kegiatan pembuatan produk pada RT 03/RW 07 yang diikuti oleh ibu RT dan warga sekitar yang telah disusun struktur kelompok.

Koordinasi dan Pembentukan Kelompok
Salah satu tahap penting dalam kegiatan program KKN Terpadu yaitu Inovasi Pengolahan Pisang untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat” yaitu melakukan koordinasi dengan ibu-ibu yang memiliki kemampuan dan keinginan dalam mengelola produk rumahan. Koordinasi dan sosialisasi ini dihadiri oleh 20 peserta yaitu ibu-ibu dari berbagai RT yang ada di Desa Menala, Lingkungan Batu Ble Balisung. Pembentukan kelompok yang disepakati bersama bahwa terdapat 5 RT di Desa Menala, Lingkungan Batu Ble Balisung.
Dengan demikian, pembentukan kelompok berdasarkan jumlah RT. Pemilihan struktur kelompok mulai dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara dipilih langsung oleh mahasiswa KKN agar pembentukan kelompok tersebut dapat berjalan dalam jangka waktu yang berkelanjutan.

Teknis produksi sangat penting dalam kegiatan KKN Terpadu terutama pembuatan produk olahan pisang. Pisang yang dikonsumsi selama ini oleh masyarakat masih dalam bentuk tradisonal namun dengan inovasi dan varian terbaru ini akan manarik minat konsumen yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN.
Kegiatan ini dilaksnakan selama 2 hari yaitu pada hari Rabu dan Jumat, dimana pada hari Rabu dilaksanakan di RT 06 dan untuk hari jumat dilaksanakan di RT 03 Desa Menala Lingk. Batu Ble Balisung.

Pemasaran Produk
Pemasaran adalah kegiatan meneliti kebutuhan dan konsumen, menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, menentukan tingkat harga, mempromosikan agar produk dikenal konsumen, dan mendistribusikan produk ke tempat konsumen (Suryana, 2006).
Produk ialah seperangkat atribut baik berwujud maupun yang tidak berwujud, termasuk di dalamnya masalah warna, harga nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual, dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengecer, yang di terima oleh pembeli guna memuaskan keinginannya (W. J Staton, 2006).
Adapun strategi pemasaran yang digunakan untuk memperkenalkan produk olahan pisang yaitu secara langsung dan tidak langsung. Pemasaran secara langsung yang dimaksud adalah tatap muka dengan konsumen melalui komunikasi langsung dengan pelanggan individu untuk memperoleh tanggapan segera maupun membina hubungan pelanggan yang berlangsung lama. Sedangkan pemasaran secara tidak langsung merupakan strategi untuk mempromosikan suatu produk atau jasa yang ditujukan untuk menyentuh pikiran dan perasaan konsumen.
Untuk produk olahan pisang Keripik Babel sudah dilakukan pemasaran dengan menggunakan strategi pemasaran secara langsung dan tidak langsung.
Pemasaran secara langsung untuk produk Keripik Babel telah diperkenalkan dan dipasarkan ke tempat KSB Mall, salah satu toko yang menjual ole-ole dari Kabupaten Sumbawa Barat. Sedangkan untuk pemasaran secara tidak langsung dilakukan melalui promosi media sosial seperti aplikasi Instagram dan WhatShapp.

KESIMPULAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Terpadu FKIP, Universitas Mataram bertujuan untuk melatih dan mengolah bahan pangan yang ada di sekitar lingkungan masyarakat. Salah satunya adalah olahan pisang berbentuk keripik dengan memanfaatkan bunga dan buah pisang. Kegiatan mengolah pisang tersebut untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Menala Lingk. Batu Ble Balisung Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan sosialisasi dan membentuk kelompok usaha terutama wanita sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan, dapat menumbuhkan dan meningkatkan jiwa wirausaha baik dari segi keamanan terhadap produk halal maupun meningkatkan kepercayaan konsumen. Selain itu, adanya sosial media dapat meningkatkan jaringan pemasaran produk secara lebih luas.
DAFTAR PUSTAKA
Abdimas Toddopuli, 2019. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat,Vol. 1 No. 1.
Profil kelurahan Menala, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, https://123dok.com/article/profil-komunitas-kelurahan-menala-kabupaten-sumbawa-barat.6zklp81y
Suryana Kewirausahaan, Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses, (Jakarta: Edisi 3, Salemba Empat, 2006), h. 135
Buchari Alma, Kewirausahaan untuk Mahasiswa dan Umum, (Bandung: Alfabeta, 2006), h. 186
Ditulis oleh:
1. Bagas Apriansyah¹,
2. Al fiyatoen Sevtia²,
3. Andini Putri Sakia³,
4. Ardiansyah⁴,
5. Eny Cintawan⁵,
6. Karina Legiarsi⁶,
7. Zakila Alwi⁷,
8. Bella Sabatina⁸,
9. Maidya Anugerah⁹,
10. Ummu Atiqah¹º,
11. Qudaratun Nada¹¹,
12. Yessi Tri Marizka Amalia¹²,
13. Olivia Arde Kasturi¹³,
14. Vuvut Thamarra Dhewi U.S¹⁴.
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia¹, Prodi Pendidikan Fisika², Prodi Pendidikan Anak Usia Dini³, Prodi Pendidikan Kewarganegaraan⁴, Prodi Pendidikan Matematika⁵, Prodi Pendidikan Biologi⁶, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia⁷, Prodi Pendidikan Anak Usia Dini⁸, Prodi Pendidikan Fisika⁹, Prodi Pendidikan Matematika¹º, Prodi Pendidikan Anak Usia Dini¹¹, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia¹², Prodi Pendidikan Anak Usia Dini¹³, Prodi Pendidikan Anak Usia Dini¹⁴.
