Imbas Expo Muharram, Verifikasi Data UMKM Tertunda,
LOTIM – Proses verifikasi data pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lombok Timur sempat tertunda. Imbas dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki tim verifikator, pasalnya tim verifikator untuk sementara terfokus persiapan kegiatan Muharram Expo.
” Dalam jadwal tim verifikasi seharusnya dilakukan pada pertengahan Juni. Namun karena berbarengan dengan kegiatan Muharram Expo dan keterbatasan personel, maka dialihkan fokus ke kegiatan ecpo ” ungkap M. Hirsan Kabid Pembinaan UMKM Dinas Koperasi Dinad Koperasi dan UMKM Lotim, Selasa (1/7).
“verifikasi sempat dilakukan selama satu hari, namun arahan dari pimpinan, baik Bupati maupun Wakil Bupati, mengharuskan seluruh SDM diarahkan untuk mempersiapkan fasilitas pendukung kegiatan expo. Akibatnya, verifikasi UMKM harus dijadwalkan ulang”, lanjutnya.
Setelah kegiatan Muharram Expo selesai,menurut Irsan pihaknya akan melanjutkan proses verifikasi. “Data UMKM yang sudah masuk sejauh ini ada di angka dua ratusan, dan itu baru publikasi di hari pertama saja,”tambahnya.
Lebih lanjut Irsan mengatakan. Kalau Tim telah menyatakan kalau seluruh data telah direkap secara rinci, mulai dari nama, alamat, hingga wilayah administratif per desa, dusun, dan kecamatan.
Dalam Proses verifikasi ini. Pihaknya menggunakan dua metode yaitu sistem digital berbasis Google Form dan sistem manual mrngantisifasi ketika terjadi terkendala sinyal di lapangan.
“Google Form yang kami gunakan langsung terhubung ke server koperasi. Namun jika jaringan lemah, kami gunakan formulir manual yang nanti akan kami input secara terpisah,”ucapnya.
Hingga saat ini, data yang telah terkumpul mencapai hampir 30 ribu nama, dan ada penambahan sekitar seribu nama lagi yang sempat tertunda penginputannya.
“Data itu kami pastikan masuk ke sistem dan akan kami lanjutkan dengan verifikasi langsung di lapangan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tidak semua pengajuan dari pelaku UMKM otomatis akan mendapatkan bantuan. Semua tetap bergantung pada hasil verifikasi faktual di lapangan.
“Setiap pengajuan harus melalui tahapan verifikasi. Kami tidak menjanjikan semua akan lolos,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan teknis, tim akan dibagi menjadi 10 kelompok, masing-masing terdiri dari dua orang. Setiap tim akan bertugas melakukan verifikasi di satu kecamatan, kemudian dibagi kembali per desa dan dusun. Wilayah dengan jumlah pengajuan besar seperti Selong, Pringgabaya, dan Masbagik akan memerlukan waktu verifikasi sekitar tiga hari.
“Ada sekitar 60 persen data baru yang kami prioritaskan untuk diverifikasi. Sisanya adalah data lama yang sudah pernah diverifikasi sebelumnya.” Jelasnya, sehingga pihaknya memfokuskan ke data yang memang masih perlu dicek kembali.
