Ikhtiar Mewujudkan Kunjungan 4 Juta Wisatawan 2018

Sejatinya angka kunjungan wisatawan ke NTB yang terus meningkat setiap tidak dicapai dengan mudah, tetapi berkat perjuangan dan kerja keras yang tak kenal lelah.
Komitmen pemprov Karena itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mengembangkan sektor pariwisata.
“Kemenpar mengapresiasi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang aktif dan sangat yakin mempromosikan NTB sebagai destinasi wisata di tingkat internasional,” kata Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kemenpar.
Saat ini NTB sudah menjadi pilihan bagi para wisatawan untuk berlibur maupun menggelar acara. Tak jarang, sejumlah kegiatan berskala nasional maupun internasional diselenggarakan.
Tazbir juga menilai NTB ikut berkontribusi dalam pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia. Saat ini, pertumbuhan pariwisata Indonesia sudah menjadi salah satu yang terbaik di Asia Tenggara.
Selain itu, Indonesia juga masuk dalam 20 negara dengan tingkat pertumbuhan wisatawan mancanegara tertinggi di dunia dengan persentase pertumbuhan mencapai 24 persen.
“Saya yakin kontribusi NTB tidak bisa dipungkiri karena Pak Gubernur NTB dan Pemprov NTB sudah banyak sekali berbuat, tidak hanya event tapi juga meningkatkan kunjungan dengan akses penerbangan, termasuk Korea. Mudah-mudahan nantinya penerbangan Korea bisa reguler,” katanya.
Sebelumnya nama NTB kerap diplesetkan sebagai “Nasib Tergantung Bali”. Perlahan namun pasti, NTB mulai menancapkan diri sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi.
Sekarang bisa dibilang NTB itu “No Transit Bali”, karena sudah banyak direct sekarang, tidak perlu Bali.
Ke depannya jumlah penerbangan langsung dari daerah maupun negara lain ke NTB semakin banyak untuknmempermudah aksebilitas wisatawan ke NTB.
Pembangunan pariwisata, sejatinya tidak hanya bagaimana berusaha memperbanyak angka kunjungan wisatawan, namun yang tak kalah pentingnya terkait dengan pertukaran gagasan dan ada proses belajar.
Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi menilai membangun pariwisata tidak sekedar bagaimana mengeksplorasi potensi keindahan alam di daerah untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan, melainkan bagaimana mencari sisi lain dari pariwisata itu, seperti pertukaran gagasan dan proses belajar satu sama lain.
Dalam kaitan itu, kata Zainul Madji, “Lombok Edu Tourism Conference” sebagai gagasan yang sangat cemerlang. Konsep tersebut dikaitkan dengan ajaran Islam, yang terkandung di dalam Al Quran yang mengajarkan satu sama lain saling mengenal.
Menurut dia, keragaman NTB tidak terhitung besarnya, terlebih Indonesia dan hal ini terkait dengan berbagai sisi kehidupan mulai dari budaya, bahasa dan tradisi.
Karena itu, Zainul Majdi, kemudian mengkorelasikan Lombok Internasional Edu Tourism Confrence 2017 dengan konsep pembangunan pariwisata NTB yang menghadirkan berbagai gagasan dan ilmu pengetahuan.
Konsep tersebut dijalankannya melalui kebijakan pengembangan pariwisata NTB berbasis “eko tourism” atau wisata lingkungan.
Kebijakan tersebut tidak hanya terkait dengan upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat semata, namun terdapat nilai-nilai baik yang juga menyangkut pengembangan perabadan masyarakat, bahkan kepribadian bangsa.
Provinsi NTB yang memiliki segudang potensi wisata didukung oleh komitmen yang kuat dari para pemangku kepentingan dalam mengembangkan industri pelancongan optimistis meraih kunjungan 4 juta wisatawan pada 2018.
