Hari Pertama Operasi Patuh Digelar, Ratusan Pengendara di Lotim Terjaring Razia
LOTIM LOMBOKita – Hari pertama digelarnya Operasi Patuh Rinjani 2025, ratusan pelanggar terjaring razia yang digelar Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Lombok Timur, Senin (14/7).
Kasat Lantas Polres Lotim AKP Tira Kadista di dampingi KBO Ipti Mudie, disela kegiatan razia mengatakan, dalam razia yang digelar ini. Ada beberapa kreteria yang disasar, sebagaimana yang ditetapkan Kakorlantas Mabes Polri, diantaranya penggunaan helm pengaman dan lainnya.
” ada tiga sasaran utama dalam Operasi patuh ini, yaitu pengendara yang tidak menggunakan helm, penggunaan ponsel saat berkendara, serta pelanggaran batas kecepatan,” ucapnya.
Namun, menurut Tira pelanggaran lain seperti berboncengan lebih dari dua orang dan berkendara tanpa kelengkapan juga menjadi fokus penindakan, termasuk penggunaan knalpot Bronk ( racing).
“Penggunaan knalpot racing juga menjadi perhatian dalam operasi patuh, karena suaranya menyebabkan kebisingan ” sebutnya.
Meski belum ditemukan pelanggar selama operasi hari pertama, penertiban terhadap knalpot bising tetap dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kami masih belum menemukan kendaraan dengan knalpot racing hari ini. Tapi penertiban tetap berjalan karena ini menjadi komitmen bersama untuk menciptakan kenyamanan dan ketertiban,” sebut Tira.
Dikatakan Kasat Lantas, hari pertama Operasi patuh di gelar di satu titik, dan kedepan diperluas menjadi dua atau tiga titik sehari. Menyesuaikan kondisi dilapangan.
“Kami selalu mengimbau seluruh masyarakat untuk tertib dalam berlalu lintas,demi keamanan, kenyamanan dan keselamatan para pengendara,” sebutnya, termasuk saat berkendaraan menggunakan helm pengaman serta melengkapi surat surat kendaraannya.
