Harga Cabai Rawit, Bawang Merah, dan Beras Setabil.IPH Lotim Alami Penurunan Signifikan
LOTIM LOMBOKita — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lombok Timur dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, secara virtual, di command canter Senin (14/07).
Dalam Rakor tersebut. disampaikan pada minggu kedua Juli 2025, sebanyak 35 provinsi di Indonesia mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), 2 provinsi mengalami penurunan, dan 1 provinsi tercatat relatif stabil.
Terutama komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, dan beras
Untuk provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat tingkat inflasi sebesar 1,87%, sedangkan Kabupaten Lombok Timur mencatat IPH sebesar 2,05%, dan berada di peringkat ke-2 tertinggi di NTB dan peringkat 44 dari 360 kabupaten/kota secara nasional.
Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan minggu sebelumnya, di mana IPH Lombok Timur sempat mencapai 3,57%, menjadi yang tertinggi di NTB dan nomor 2 secara nasional.
TPID Lombok Timur akan terus memperkuat pengawasan harga dan distribusi bahan pokok, terutama pada komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi, seperti cabai rawit, beras, dan minyak goreng.
Di akhir Rakor, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir berpesan agar seluruh kepala daerah berusaha sekeras-kerasnya dan semaksimal mungkin dalam menangani inflasi di wilayah masing-masing.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah untuk meninjau langsung kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan Bulog, guna melakukan percepatan terhadap langkah-langkah strategis pengendalian inflasi.
