Emak Emak Ikut Aksi Demo, Menolak Peresmian nama KIHT menjadi APHT Paokmotong

LOTIM LOMBOKuta- Puluhan masa aksi yang didominasi oleh kaum Emak-emak (ibu) mendatangi kantor desa Paokmotong, aksi untuk kedua kali ini dilakukan buntut rencana akan di resmikan APHT Paokmotong kecamatan Masbagik Lombok Timur oleh Pemkab

Aksi demo ini juga buntut kekecewaan warga terhadap
pemerintah kabupten, karena tak menerima putusan PTUN atas gugatan yang dimenangkan terkait pembangunan kawasan industri hasil tembakau (KIHT), tetapi justru pemkab melakukan perubahan nama menjadi kawasan APHT.

” warga kecewa, karena pemerintah tidak.menindak lanjuti putusan PTUN, tetapi justru merubah nama menjadi APHT, dengan fungsinya sama,”
Teriak salah seorang orator dalam aksi di kantor Desa, Senin (11|9).

Mereka melakukan aksi demo ke kantor desa, karena kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah Desa (Pemdes), mereka menuding Pemdes Paokmotong tidak berpihak kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang ada disekitar pembangunan KIHT

” meski pemerintah telah mengubah nama KIHT menjadi APHT, warga sekitar pabrik tetap menolak,” katanya

Karena adanya pembangunan KIHT tersebut, masyarakat justru sangat rugi, karena pemindahan pasar yang dijadikan KIHT, dan keberadaan KIHTpun dinilai tak memiliki dampak bagi warga sekitar

“Mau KIHT atau dirubah APHT, yang jelas bangun ini adalah pabrik tembakau dan warga tetap.menolak,” tegasnya.

Aksi demo tersebut, mendapat pengamanan aparat kepolosian dibantu anggota Sapol PP. Dan perwakilan pendemo diterima Camat Masbagik dan Kepala Desa Paokmotong dikantor desa

Kades Paokmotong Suherman dihadapan massa aksi mengatakan, pihak desa tidak ada kewenangan terkait pembangunan KIHT, karena pembangunan itu merupakan Program dari Pemda NTB.

Sehingga pihaknya berharap agar masyarakat menyikapi dengan bijak, dan melakukan penolakan untuk dilakukan sesuai dengan mekanisme yang ada. Pemkab dalam hal ini hanya memberikan pinjaman lokasi kepada pemda NTB.

“Ini program pemerintah NTB, dan lokasi pembangunan KIHT di eks pasar Paokmotong ini. merupakan aset Daerah,” katanya

Hal senada diucapkan Camat Masbgaik Agus Apandi , dirinya juga meminta kepada masyarakat Paokmotong, yang melakukan penolakan atas pembanguan KIHT yang saat ini dirubah menjadi APTH, untuk mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Kalau merasa belum pas, silahkan ditindaklanjuti olah bapak-bapak dan ibu-ibu dan silahkan melalui jalur hukum yang benar,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini