EF Kids & Teens Latih Guru SD/SMP Kawasan Mandalika Bahasa Inggris
LOMBOKita – Puluhan guru bahasa Inggris jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Lombok Tengah mengikuti pelatihan Bahasa Inggris EF Kids & Teens untuk Tenaga Pendidik di wilayah Mandalika, Sabtu (17/6/2023).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula SMPN 1 Praya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah.
Juli Simatupang, Direktur Inggris EF and Teens mengungkapkan, EF turut serta membangun kemampuan dan kemahiran dalam berbahasa Inggris di Indonesia, terutama di kalangan peserta didik.
“Kami yakin Bapak dan Ibu sekalian bisa menyampaikan hasil pelatihan ini kepada para peserta didik, sehingga hasil pelatihan ini bisa berjalan secara berkesinambungan,” papar Juli Simatupang pada pembukaan pelatihan.

Pengembangan kemampuan berbahasa Inggris di kawasan pariwisata superprioritas yang dimulai dari The Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo dan daerah kawasan wisata lainnya seperti Samosir dan Kepulauan Seribu.
Juli Simatupang menjelaskan, EF Kids and Teens ini merupakan perusahaan global yang telah lama berdiri sejak 1965 di dunia dan masuk ke Indonesia pada tahun 1986.
Perusahaan yang fokus pada pendidikan bahasa Inggris tersebut, kata Juli, memiliki lebih dari 70 ribu siswa aktif berbahasa Inggris setiap tahun.
Menurut Juli Simatupang, memberikan pendidikan bahasa Inggris sejak kecil pada peserta didik akan memberikan kemudahan bagi tumbuh-kembang anak dalam menguasai bahasa Internasional sesuai tema yang diusung EF yakni Opening the World Through Education.
“Yang diajarkan selama pelatihan ini metode mengajar agar para peserta didik lebih mudah memahami dan mempraktikkannya sebagai bahasa keseharian,” tandas Juli Simatupang.
Acara pelatihan tersebut dibuka Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, Drs. Lalu Rupawan Joni.
Dalam paparan singkatnya, Lalu Rupawan Joni mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan secara serius hingga selesai.
“Kita memiliki semangat yang sama untuk membangun daerah melalui inovasi pembelajaran dan peningkatan kapasitas pembelajaran, terutama Bahasa Inggris,” kata Lalu Rupawan Joni.
Lalu Rupawan menekankan agar para pendidik maupun peserta didik bisa menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa keseharian. Sebab, bahasa adalah kebiasaan.
“Bagi saya language is habit. Kita biasa karena terbiasa. Karenanya, kemampuan berbahasa itu harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rupawan yang berlatarbelakang guru Bahasa Indonesia itu.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Praya, Wirasana, kegiatan ini luar biasa untuk menyiapkan para pendidik handal sesuai tujuan penyelenggaraan acara.
“Terima kasih atas kepercayaan pihak penyelenggara yang telah mempercayakan SMPN 1 Praya sebagai tempat penyelenggaraan acara pelatihan Bahasa Inggris ini,” kata Wirasana.
