DPRD Lotim Usulkan Dua Raperda Inisiatif Dewan
LOTIM LOMBOKita -DPRD Lombok Timur mengusulkan dua Raperda inisiatif dewan, yaitu Raperda masalah tanah adat serta Pengelolaan pariwisata. Kedua Raperda tersebut sedang dibahas bersama eksekutif.
Ketua DPRD Lotim, M Yusri, mengatakan, kedua Raperda tersebut telah lama diajukan tetapi sempat molor, pasalnya banyak agenda penting yang harus dibahas
” Dua Raperda ini sudah lama diusulkan, tetapi banyak agenda yang harus diselesaikan menjadi molor. Di tahun 2026 ini baru bisa di bahas,” ucap Ketua DPRD Lombok Timur M Yusri.
Pengusulan Raperda Pengelolaan Pariwisata ini, menurut Yusri bertujuan untuk meningkatkan PAD serta kesejahteraan masyarakat. Lombok Timur memiliki potensi wisata Lotim tidak kalah indahnya dengan daerah lain. Namun pengelolaannya yang belum berjalan dengan baik.
“pengelolaan pariwisata di Lotim saat ini belum berjalan dengan baik dan perlu diatur dengan Perda agar bisa berjalan lebih terarah.” Katanya
Dengan adanya Perda ini, menurut Yusri, tata kelola pariwisata tersebut nantinya bisa berjalan dengan baik. “Saya melihat pengajuan Perda ini normatif akan aman, karena kita punya pakar masalah ini,” ujarnya.
Yusti menambahkan bahwa permasalahan tata kelola pariwisata ini juga merupakan aspirasi masyarakat. “Kita harapkan eksekutif fokus pada pengelolaan pariwisata, karena ini berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Yusti juga menyebutkan bahwa Lotim memiliki potensi besar dalam pariwisata, terutama dengan adanya Gunung Rinjani. “Kita tidak kalah indah dengan daerah lain jika pariwisata dikelola dengan baik. Maka, pengelolaan pariwisata yang baik dapat menghasilkan PAD yang besar,” jelasnya.
Dalam Raperda ini, prioritas akan diberikan pada obyek wisata alam Sembalung dan wilayah pantai di wilayah selatan.
“Kita berharap dengan adanya Perda ini, pengelolaan pariwisata di Lotim bisa berjalan dengan baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Yusti.
Begitu juga terhadap Raperda Masyarakat Adat, dengan harapan hak hak masyarakat adat delapan menjadi jelas.
