Dinilai Tak Miliki Dampak Ekonomi. Bupati Lotim Larang Perahu Wisatawan Asal Loteng Memasuki Kawasan Teluk Ekas
LOTIM LOMBOKita – Dinilai tak membawa dampak ekonomi bagi masyarakat khususnya masyarakat Ekas Kecamatan Jerowaru Lombok Timur, perahu
Pengantar wisawatan asal Lombok Tengah, dilarang parkir di tengah laut, oleh Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin. Selain tak membawa dampak ekonomi juga, dinilai mengganggu kenyamanan wisatawan yang berselancar di lokasi tersebut.
” perahu itu mengganggu kenyamanan para wisatawa yang berselancar, dan tak memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Lotim,” ucap H Iron, saat mengunjungi lokasi wisata Teluk Ekas kecamatan Jerowaru tersebut.
Bahkan saat meninjau lokasi teluk Ekas, Bupati Ironpun sempat menegur pemilik perahu, dan meminta tak melakukan aktivitas serupa kembali.
“Mulai hari ini, tidak boleh lagi ada perahu parkir di tengah laut selain orang-orang kita, Jika melanggar, akan ada tindakan tegas,” ucapnya.
Dikatakan H Iron, terhadap hal tersebut, pihaknya akan melakukan upaya penertiban yang akan di lakukan satpolPP, termasuk pihaknya juga akan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian (Polres Lotim), serta Pihak Pemkab Lombok Tengah.
” kita akan menerjunkan Sat Pol PP untuk melakukan penertiban,” tegasnya.
Ketegasan Bupati Iron tersebut, beralasan melakukan penertiban, karena melihat kondisi kawasan wisata Teluk Ekas yang kerab memunculkan banyak masalah.
“Teluk Ekas ini banyak masalah, sehingga saya atensi. Ternyata ada sahabat dari Lombok Tengah yang membuat onar. Harus kita celaerkan,” ujar Warisin.
Dijelaskan Warisin, untuk membangkitkan kembali kondisi wisata yang lesu ini, orang nomor satu di Gumi Selaparang ini meminta pelaku usaha wisata di Loteng untuk tidak ke kawasan teluk Ekas melalui laut, diharapkan melalui darat
“Saya faham, Loteng memiliki kekayaan, ada sirkuit mandalika, ada bandar udara, ada pantai-pantai yang bagus disana. Nah karena itu kita minta pelaku usaha yang bergerak di bidang parawisata konsen di sana,” jelasnya.
Tujuan pelarangan ini menurut
Warisin, dirinya berharap agar pelaku wisata di Lotim bisa memiliki kesempatan untuk berkembang, dan tidak lagi berebutan dengan pelaku wisata dari Loteng.
Sehingga dirinya menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada parkir-parkir perahu yang ada ditengah laut Ekas selain warga Lotim.
“Jangan saling serobot rezeki. Wisatawan yang ingin menikmati Ekas harus melalui Lombok Timur, bukan dibawa lalu pergi tanpa meninggalkan manfaat,” pungkas Iron.
