Dikes Lotim libatkan Puskesmas Aktif Melakukan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Keterangan foto : Kepala Dinas Kesehatan Lotim HL Aries Fahrozi

LOTIM LOMBOKita – Antisipasi terjsdinya gejolak dalam program MBG, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur melibatkan seluruh puskesmas untuk ikut melakukan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah kerja masing-masing.guna mencegah terjadinya permasalahan terkaiat keracunan makanan, serta memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat program MBG.

” Kami telah membentuk tim khusus untuk ikut memantau program MBG, agar tidak memunculkan permasalahan seperti terjadinya keracunan makanan, termasuk masakan basi dan lainnya, ” Ucap Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur HL Aries Fahrozi. Rabu (28/1).

Aries tak menampik kalau Dinas Kesehatan tak terlibat dalam tim program MBG, hanya saja sebatas koordinasi dan komunikasi, karena Dikes menerbitkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG untuk memenuhi standar keamanan pangan.

“Kita tidak terlibat langsung, ketika terjadi ada keracunan makanan kita tahu dari berita, petugas SPPG tak pernah melapor, ” Ucapanya, seraya berharap koordinasi petugas SPPG dengan Dinas Kesehatan untuk pro aktif, tak sebatas mengurus ijin SLHS semata.

“peran kami di situ hanya sebatas koordinasi saja, karena MBG ini ada garis komando dan strukturnya. yaitu SPPG ke BGN, ” Sehutnya. Meski demikian terhadap adanya kasus pihaknya tetap ikut bertanggngjawab. Ketika ada terjadi permasalahan di salah satu dapur MBG.

” dalam rapat evaluasi bersama DPRD, koordinasi dan komunikasi, dengan SPPG, SPPI MBG, dikes untuk ikut melakukan pengawasan.” Sebutnya.

Lebih lanjut Aries mengatakan, pihaknya telah mengintruksikan kepada seluruh puskesmas yang ada, untuk lebih mengintensifkan koordinasi dan komunikasi dengan semua SPPG yang ada di wilayah kerja masing-masing, masing-masing.

” Hal ini kita coba akukan untuk bisa mencegah kejadian, kejadian yang kita tidak inginkan kepada seluruh penerima manfaat dari program MBG, ” Ujarnya, seperti terjadinya kasus keracunan, agar jangan sampai terulang lagi.

” hal ini kami atensi, Dines ikut memberikan edukasi, dalam hal pengawasan, termasuk menjalin kerja sama dengan BPOM, seperti dalam hal pengananan kasus keracunan makanan.