Dikbud Lombok Timur Minta SPPG Tingkatkan Koordinasi Dengan Pihak Sekolah.
LOTIM LOMBOKita – Guna mengiliminir permaslahaan teknis dalam program MBG, Dnas Pendidikan dan Kehudayaan (Dikbud) Lotim, menekankan pentingnya koordinasi antara SPPG, sekolah, guru, dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di masing-masing kecamatan. Karena sasaran program MBG tidak hanya siswa, tetapi juga guru dan seluruh pegawai sekolah.
“Koordinasi yang baik akan memperkuat fungsi pengawasan bersama terhadap distribribusi menu MBG. Ini menyangkut keselamatan siswa. Kita tentu tidak ingin ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan atau keracunan setelah mengonsumsi menu MBG,” Ucap Kadis Dikbud Lotim M Nurul Wathoni.
Dirinya juga meminta agar pendistribusian dan konsumsi menu MBG dilakukan pada jam istirahat pertama hingga sebelum pukul 12.00 Wita. Kebijakan ini bertujuan agar proses makan dapat dilakukan secara bersamaan oleh siswa dan guru, sehingga lebih mudah dikontrol dan diawasi.
SPPG juga diminta untuk bersikap lebih responsif terhadap keluhan dan masukan dari pihak sekolah, khususnya terkait kualitas dan penyajian menu MBG
1. “Kami minta setiap keluhan dari sekolah segera direspons, jangan diabaikan. Kami sering menerima informasi dari sekolah bahwa masukan mereka tidak ditindaklanjuti oleh SPPG. Padahal, ini menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa,” tegasnya.
