Desa Semparu Patut jadi Contoh Pengelolaan Sampah, Kini Wakili NTB Go Nasional
LOMBOKita – Desa Semparu Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah kini mewakili provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mengikuti lomba pengelolaan sampah tingkat nasional.
Kepala Desa Semparu, Lalu Ratmaji Hijrat menegaskan, keberhasilannya mengelola sampah tidak seperti membalikkan telapak tangan, namun harus disertai niat dan semangat, tanpa lelah memberikan edukasi kepada masyarakat hingga benar-benar sadar dengan keberadaan sampah.
Lalu Ratmaji mengaku berinovasi mengelola sampah sejak 2012 atau dua tahun setelah Desa Semparu mekar.
Dikatakan Lalu Ratmaji, tantangan terberat yang dialami selama ini ialah mengubah pola pikir dan prilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Terlebih dengan adanya Pasar Semparu ini, saya tetap berkomitmen agar lokasi pasar dan sekitarannya tetap bersih tanpa sampah berserakan yang hanya memberi kesan kumuh,” ucap Lalu Ratmaji.
Lalu Ratmaji menegaskan, kunci keberhasilannya mengelola sampah yang mulai dilakukan sejak tahun 2010 lalu adalah istikamah dan tahan banting, tahan mental.
“Saya kerap menerima cibiran terkait pengelolaan sampah ini. Namun saya tetap sabar sambil tetap berusaha untuk mewujudkan tujuan pengelolaan sampah, hingga benar-benar merasakan sendiri manfaatnya,” tandas Ratmaji.
Dalam menangani sampah, Lalu Ratmaji melibatkan ratusan masyarakat yang tergabung dalam kelompok swadaya masyarakat (KSM). Dia mengungkapkan sampah organik dikelola menjadi pupuk padat dan cair serta bahan baku biogas.
Sementara itu, sampah nonorganik dipilah, lalu dijual. “Hasil dari sampah mencapai Rp 6 juta sebulan. Uang itu dimasukkan ke pendapatan desa,” ungkap Ratmaji.
