Dalih Tak Ada Anggaran, oknum Kabid dan Kasek Saling Lempar Rekanan Datang dan Segel Bangunan Gedung Praktik SMK I Pringgasela
LOTIM LOMBOKita – Beberapa rekanan yang mengerjakan pembangunan gedung praktik SMK I Pringgasela, yang anggarannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, karena kesal belum di bayar, mereka lakukan penyegelan gedung tersebut, Rabu (31/5).
Salah seorang rekanan Syaripudin mengaku dirinya melakukan penyegelan, lantaran sisa pembayaran Rp 139 Juta hingga saat ini tidak kejelasan dari pihak Dikbud NTB dalam hal ini Kabid SMK
Pembangunan gedung praktik yang anggarannya dari DAK 2022, dengan pagu dana Rp 985 juta dikerjakan swakelola, dan pekerjaanyapun telah rampung, tetapi ada permintaan pekerjaan tambahan swadaya oleh Kabid SMK seperti pemasangan keramik, acian ,cat tembok, ,cat baja pembuatan taman termasuk juga ACV selasar.
Pengerjaan tambahan inipun selesai bulan Januari 2023, dan pihak rekanan mengajukan sisa pembayaran ke Bidang SMK, tetapi diakui tak miliki anggaran, begitupun pihak sekolah tak mau membayar lantaran anggaran tak ada, dan tak miliki perintah dari Dinas
” Kalau pekerjaan DAK 2022 tidak ada masalah. yang bermasalah pekerjaan tambahan swadaya dengan nilai pekerjaan Rp. 139 juta” jelasnya.
Dan menurut Syarif, yang tak elok, ungkapan oknum Kabid yang meminta untuk membongkar bangunan yang telah selesai di kerjakan.
” bukan masalah bongkar membongkar, tapi kita inginkan permasalahan ini selesai secara baik, paling tidak memberi kepastian kapan Dinas akan membayar,” katanya.seraya mengatakan, dana tersebut akan digunakan membayar tukang yang mengerjakan pekerjaan tersebut, termasuk membayar bahan material yang digunakan
” Telah berkali kali berkali kaliUpaya penagihan ke Kabid yang bersangkutan,tetapi tak pernah ada kejelasan,” jelasnya, bahkan pihak Dikbud NTB tetap tidak mau melakukan pembayaran, sehingga kalau tak ada solusi mau tak mau, dengan terpaksa beberapa item tambahan akan di bongkar.
Kabid SMK Dikbud NTB Khaerul Ikhwan ketika dikonfirmasi melalui via pesan WhatsApp terkait persoalan tersebut, mengatakan pihaknya enggan menanggapi, karena pengelola swakelola tersebut yaitu PPK dan Kepala Sekolah
” saya hanya ingin bangunan yang terbangun itu bagus dan berstadar industri,cukup dengan anggaran yang sudah ada, seperti di sekolah lain, kenapa SMK 1 Pringgasela tidak bisa?,”katanya.
Mekanisne swakelola menurut Ichwan pelaksananya Kepala Sekolah dan Fasilitator, karena pada prinsifnya swakelola itu bayar bahan yang datanv dan bayar jasa yang di kerjakan tukang
